Teknik UN4Y merupakan fakultas yang sudah cukup tua dibanding dengan fakultas lain. Dilihat dari segi bangunannya pun, tidak dapat dipungkiri bahwa FT memang sudah berusia tua. Beberapa dinding bangunan yang sudah lapuk semakin menampakan kesan tersebut. Bangunan kampus yang menjadi tempat belajar ribuan mahasiswa tiap harinya, kelak jangan sampai disebut tak layak pakai.

Masuk lebih jauh lagi di lorong-lorong jalan yang menghubungkan FT bagian depan dengan bagian belakang dapat menimbulkan kesan angker dan serem, nyatanya belum ada peremajaan kembali.
Cat dinding sepanjang gedung belakang FT telah pudar, bahkan kayunya pun terlihat lapuk, seperti di ruang teater. Sehingga mengkhawatirkan dan cukup membahayakan bagi mahasiswa jika berada di dalam ruang teater.

Sehingga kini, mulai awal Oktober lalu, beberapa bangunan telah direnovasi. Mulai dari lorong yang menghubungkan bagian depan dengan bagian belakang kampus, serta aula FT dan ruangan kuliah sudah mulai dikerjakan.
Sejumlah anggaran telah disiapkan, dengan target selama 70 hari. Diungapkan bahwa peremajaan bangunan butuh biaya yang tidak sedikit, serta perencanaan khusus pada tahapan tertentu. “Anggaran dana buat pembangunan Fakultas Teknik sekitar 700 juta dan harus dikerjakan selama 70 hari, dan dialokasikan buat pembesaran kantin dan rencananya akan dibuat restoran UNY yang bisa sekalian dipakai buat praktek anak PTBB, dan itu dibuka untuk umum,” ujar Dwi Rahdiyanta selaku Wakil Dekan II FT.

Beliau menambahkan, anggaran tersebut juga dipakai untuk pembenahan cat dinding yang sudah pudar, termasuk aula FT. Alokasi lainnya digunakan untuk perbaikan lorong-lorong sepanjang FT. Tetapi selama proses pengerjaan ada sedikit kesalahan, memang bukan kesalahan sebenarnya tetapi merupakan hak dari pemborong untuk mengerjakan pembangunan tersebut. Masalah lain muncul kenapa renovasi lorong-lorong itu atapnya langsung di bongkar semua, seharusnya bisa dibongkar sedikit demi sedikit agar mengantisipasi cuacae sehingga mahasiswa dan dosen tidak kehujanan. “Dan kemarin para pekerja itu sudah kami panggil dan kami tegur kenapa atapnya dibongkar semua tapi tidak cepet dikerjakan dan dianggurkan kalau mau dianggurkan mending tidak perlu dibongkar,“ tegas Dwi Rahdiyanta.

Tetapi para pekerja beralasan lain dan menganggap sedang ngebut membuat atap lorong dan akan segera diperbaiki kembali. Selanjutnya, dari pihak dekanat tidak dapat berbuat apa-apa mengingat dekanat hanya bertugas sebagai user dan yang berhak sepenuhnya membangun itu adalah para pemborong yang memenangkan lelang. Sudah sewajarnya pembangunan beralokasi dana diatas 200 juta harus dilelang. Selain pemborong, WD II membeberkan pihaknya menyediakan pengawas dari UNY untuk mengontrol proyek ini. Misal terkait ketebalan kayu, pengecatan ruangan, serta cat warna yang dipakai, karena harus sesuai laporan dari pemborong. Selain itu, dibuat saluran air di selatan gedung PKM yang dihubungkan ke saluran air UNY. Tujuannya untuk mengantisipasi saat hujan air tidak menggenangi akses jalan.

Rencana pembangunan gedung baru pada renovasi tahap I belum ada, tetapi pembangunan gedung baru akan termuat di anggaran tahap II dari pihak IDIPI. Gedung baru rencana memiliki 3-4 lantai ditambah lantai bawah atau underground untuk area parkir. Gedung baru ini dikhususkan bagi jurusan Pendidikan Teknik Mesin. Pembangunan tahap II ini diperkirakan akan dikerjakan selama 8 bulan. Bukan hanya gedung kuliah baru, fasilitas seperti kamar mandi rencana akan ditambah. Fasilitas keamanan seperti kamera CCTV sudah mulai dipasang namun tempatnya ada yang dirahasiakan. Ruangan laboratorium maupun bengkel yang memiliki alat-alat praktik berlabel harga mahal juga ada CCTV-nya. Keamanan kampus terutama tempat parkir, selama ini kasus yang banyak terjadi mahasiswa sering kehilangan helm.

Mahasiswa jelas terganggu saat kuliah, meski hal itu merupakan konsekuensi wajib saat renovasi, seperti terganggunya konsentrasi belajar. ”Bahwa dengan direnovasinya bangunan di FT ini sedikit mengganggu pelajaran karena dengan diadakan perbaikan pada waktu perkuliahan sedang aktif, tidak pada waktu libur, suara pekerja bangunan yang berisik pada saat mengerjakan renovasi di ruang-ruang FT ini benar-benar sangat mengganggu pelajaran dan perkuliahan sehingga penjelasan dari dosen pun kurang dapat saya tangkap karena yang terdengar itu hanya suara para pekerja yang sedang kerja,” kata Ali salah satu mahasiswa teknik UNY.
Berbeda halnya dengan Rizky mahasiswa baru Pendidikan Mekatronika mengatakan bahwa perbaikan tidak perlu ditunda-tunda atau hanya dilaksanakan saat libur saja agar cepat selesai. “Perbaikan lingkungan FT yang dilaksanakan setiap hari saja itu masih kurang maksimal apalagi hanya di hari libur. Hasilnya akan terlihat perbedaan di setiap ruang yang sudah direnovasi atau belum. Secara tidak langsung akan berpengaruh pada kondisi lingkungan belajar sehingga mahasiswa semangat mengikuti perkuliahannya,” ujar Rizky menambahkan.

“Seharusnya renovasinya itu menyeluruh direnovasi semua, misalnya seperti kamar mandi di FT seharusnya dibuat atau diperbanyak lagi. Gedungnya diperluas lagi, kantin di tambah, dan dibuat gedung khusus buat parkiran,” tutur Dimas mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Elektro. Hadi mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Sipil juga menginginkan perombakan menyeluruh agar menjadi fakultas yang bisa dibanggakan dan diidamkan khususnya segi bangunannya. Selain itu pengadaan koperasi, kantin, dan kamera CCTV demi keamanan. Dilihat dari proses renovasi saat ini, perbaikan hanya sekedar pembenahan atau perbaikan bangunan, saluran air dan jalan. Bila selama pengerjaan menggangu aktifitas atau proses belajar mahasiswa, nampaknya itu konsekuensi wajib. Dimana, pekerjaan yang dilakukan sudah ada target selesai selama 70 hari dan tidak bisa dihentikan.

Oleh Indri, Ligan, Linda, Nurus, Vita, Wahkid