Realita Mahasiswa Saat Ini

Oleh Nurus Sarofa

Mahasiswa merupakan gelar yang disandang oleh sebagian orang yang seharusnya dapat menjadi aset Bangsa. Dapat dikatakan bahwa ini adalahsebuah kebanggaan maupun sebuah tantangan karena tanpa disadari, mahasiswa bukanlah sekedar siswa sekolah yang pindah bangku keuniversitas saja, tetapi mahasiswa sebenarnya mengandung makna tersirat yang terdapat di dalam kata mahasiswa itu sendiri. Semua dapat terlihat jelas padaperan mahasiswa. Gelar mahasiswa selalu digadang-gadang oleh banyak orang dan terkadang menjadi impian bagi sebagian mereka yang kurang beruntung, bahkan harapan Bangsa pun berada di pundak mahasiswa. Namun sangat disayangkan, kini sebutan mahasiswa cuma dipakai sebagai label atau embel-embel saja tanpa dimengerti apa maksud dan peranan mahasiswa.

Hal diatas terlihat jelas di Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Mahasiswa yang telah diwawancarai secara acak, 40% diantaranya mengaku bahwa aktifitasnya hanya sekedar kuliah, 30% lebih sukaberaktifitas di kos, 25% memilih pacaran, 10% aktif di organisasi,10% hanya bermain-main, dan 5% menyambi kuliah dengan kerja.Dari data tersebut tergambar bahwa kebanyakan mahasiswa hanyamengurusi kuliah, akademik dan urusan pribadi saja tanpa bisa menerapkan perannya sebagai seorang mahasiswa. Sungguh ironis sekali bukan? Dimana mahasiswa yang katanya agent of changeitu?Dimana peran mereka sebagai social control? Apa hanya dengan bermodalkan aktifitas bernotaben mementingkan diri sendiri sudah dapat mengakomodir peran mahasiswa yang sesungguhnya? Lantas mau jadi apa negeri ini jika mahasiswa yang katanya kaum intelektual dan terdidik saja kurang peduli. Memang tak dapat disalahkan jikamahasiswa beralasan bahwa waktu harus dimanfaatkan untuk belajar, belajar dan belajar dan percuma jika waktunya dipakai untuk berorganisasi atau menerapkan perannya sebagai mahasiswa.

Tanpa disadari hal-hal initelah membuktikan bahwa inilah mahasiswa sekarang. Mahasiswa yang selalu menganggap bahwa yang penting hanya akademik dan urusan pribadi. Hanya sebagian kecil lah yang menganggap disamping kuliah, organisasi merupakan suatu hal yan­g penting. Kini peran seorang mahasiswa sebagai social control pun sudah banyak dilupakan. Memang jika dipikir secara logika, tidak mungkin seorang mahasiswa dapat menjalankan perannya sebagai social control terhadap pemerintah maupun negara jika ia sendiri belum mampu me-manageaktifitasnya dengan baik. Kini, gelar sebagai mahasiswa hanya dipakai sebagai kebanggaan dan ajang gaya semata. ‘Gue Mahasiswa’, itulah yang acapkali terucap dari mulut mahasiswa yang ternyata seringnya tanpa ada pembuktian ‘siapa sesungguhnya mahasiswa’ itu.