Oleh Edwin Widianto
Editor Nanang Yuniantoro

– From Struggle Dawns New Hope merupakan film dokumenter dengan durasi satu jam yang mengulas keadaan Papua, tepatnya di pegunungan Grasberg. Film yang menceritakan perubahan Papua akibat salah satu perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di Indonesia yakni P.T. Freeport Indonesia (PTFI), perusahaan dengan saham terbesar dari Amerika, Freeport-McMoran Gold and Copper Incorporation. Beberapa bagian dalam film merupakan hasil dokumentasi dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Freeport yang dikumpulkan oleh produser WatchDoc.

Ekonomi Politik
Berdirinya PTFI di tanah papua bukan hal mudah. Pasalnya, sejak PTFI beroperasi pada tahun 1967 tercermin adanya keterkaitan dengan kondisi politik internasional yang dimainkan Amerika. Akibatnya, pada 1966 politik Indonesia ikut terseret seperti halnya pergantian rezim orde lama menuju orde baru yang didukung oleh barat. Freeport kemudian menandatangi kontrak berdurasi 30 tahun dengan rezim baru pada 1967. Referendum digelar pada 1969 tetapi tak melibatkan mayoritas warga papua. Kondisi politik Indonesia yang belum stabil kala itu diyakini menjadi bagian dari taktik Amerika guna menguasai sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, seperti PTFI di papua.

Gerakan Buruh PTFI
Outsourcing adalah sistem yang diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan terkait buruh kontrak dengan upah murah. Undang-undang nomor 13 tahun 2003 menerangkan bahwa ada 2 macam sistem alih daya. Outsourcing perjanjian pemborongan pekerjaan (pasal 65) dan penyedia jasa pekerja/buruh (pasal 66) antara perusahaan pemberi pekerjaan dengan perusahaan penerima pemborongan. Pada 15 September 2011, 8.000 hingga 22.000 buruh PTFI mogok kerja untuk menuntut kenaikan upah dari $ 3,5 menjadi $ 7,5 per jam. Kenaikan tersebut didasarkan pada pendapatan perusahaan yang selalu naik tiap tahunnya. Selain itu, ketimpangan kesejahteraan antara pekerja dan pemimpin dengan perbandingan 1 : 545 pun dirasa kurang wajar dan turut melandasi gerakan. Gerakan ini merupakan pemogokan terlama dan paling banyak melibatkan karyawan sejak PTFI beroperasi (1967).

Lahirnya Organisasi Papua Merdeka (OPM)
Sebuah disertasi dari Bernarda Meteray yang kemudian dibukukan berjudul Nasionalisme Ganda Orang Papua menguraikan sejarah papua yang berbeda dengan daerah lain. Perbedaan dibuktikan dengan masih berkuasanya Belanda di Papua hingga 1962. Hal ini menyebabakan timbulnya ragam perbedaan nasionalisme. Lihat juga Ngadisah, dalam Konflik Pembangunan dan Gerakan Sosial Politik di Papua menguraikan bahwa konflik adalah akar permasalahan yang menimbulkan gerakan sosial. Akar gerakan sosial di Mimika terdiri atas 3 sumber yakni konflik antar suku, konflik dengan PTFI/pendatang, dan konflik dengan pemerintahan pusat/ABRI. Hal-hal yang dilancarkan OPM untuk mewujudkan cita-cita mereka hidup damai seperti memutus jalan akses menuju areal, menembaki aparatus keamanan yang sewenang-wenang, dan lain sebagainya.

Alat Kemananan Korporasi
Sejumlah aparat keamanan yang ditempatkan di papua bertujuan untuk mengamankan korporasi tersebut. Terlihat seperti bisnis keamanan yang diciptakan dengan dalih menjaga investasi asing. Dalam film ini dijelaskan bahwa 10 tahun terakhir PTFI menggelontorkan dana sebesar 771 miliar rupiah uang keamanan untuk Indonesia. Beberapa kekerasan yang terjadi di Papua ditampilkan pada film ini. Namun, semua itu hanya beberapa realita dari sejumlah kekerasan yang tidak terekspos ke permukaan. Banyak kasus kekerasan terjadi di Papua. Sejak pemogokan 15 September hingga November 2011, Tercatat 7 kasus penembakan terjadi di area Freeport. Akibatnya, 5 karyawan PTFI dan 2 warga sipil menjadi korban penembakan misterius untuk keamanan.