Bukti Perjuangan Wanita untuk Mendapatkan Kemerdekaannya

        Jika kita melewati Jl. Laksda Adisucipto, di sebelah barat Universitas Islam Negeri (UIN) akan terlihat beberapa gedung pertemuan dan tempat pendidikan. Nah, di dalam komplek tersebut terdapat sebuah museum. Ya, Museum Pergerakan Wanita Indonesia itulah namanya.

        Museum Pergerakan Wanita Indonesia terletak di JL. Laksda Adisucipto No. 86 – 88 Yogyakarta. Pemiliknya adalah Yayasan Hari Ibu – YHI KOWANI. Museum yang telah didirikan sejak tahun 1953 ini buka pada hari Senin sampai Sabtu dari pukul 09.00 – 14.00 WIB. Untuk mengunjungi museum ini pun tidak dipungut biaya. Namun saat berkunjung ke museum pengunjung diharuskan untuk mengisi buku tamu. Tentunya karena tujuan didirikan museum ini selain sarana untuk rekreasi dan informasi saat hari-hari libur namun juga bertindak sebagai sarana pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa. Tak jarang mahasiswa-mahasiswa berkunjung ke museum ini untuk melakukan penelitian. Menurut Ibu Surkomayisih dengan adanya museum Pergerakan Wanita Indonesia ini diharapkan generasi muda sekarang dapat melihat keikutsertaan wanita Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak mereka.

        “Kontribusi wanita dalam memajukan bangsa juga harus dihargai. Wanita adalah pilar bangsa, berkat perjuangan wanita dimasa lalu kini kedudukan wanita dapat sejajar dengan laki-laki” ujar Ibu Surkomayisih.

        Walaupun museum ini tidak terlalu luas, museum ini mempunyai berbagai macam benda koleksi berupa realita, ilustrasi foto dan peranan wanita pada masa itu, dan diorama yang merupakan bukti otentik perjuangan wanita Indonesia dari masa ke masa. Adapun materi koleksi museum yang disajikan dapat dikelompokan menjadi  beberapa periode yaitu: Pergerakan wanita pada masa penjajahan, perang kemerdekaan, demokrasi liberal, masa demokrasi terpimpin, masa orde baru dan masa reformasi. Salah satu diorama yang menarik adalah diorama saat R.A Kartini, R.A Kardinah dan R.A Rukmin sedang memberikan pelajaran dan pendidikan kepada para wanita yang saat itu terjajah karena tidak boleh mendapatkan pendidikan. Selain itu, di dalam museum ini terdapat seragam organisasi wanita, organisasi-organisasi inti sebelum kongres, vandal atau logo organisasi pergerakan wanita dahulu.

        Dengan mengunjungi museum Pergerakan Wanita Indonesia, kita dapat menambah wawasan dan tau akan perjuangan wanita di masa lalu. Maka sebagai generasi muda sudah menjadi kewajiban kita untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan kita terdahulu.

Penulis: Novia Intan