Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FT UNY mengelar sosialisasi partai mahasiswa (Parma) UNY pada Kamis (26/11) di Ruang Sidang PKM FT. Selain untuk menyemarakkan pemilihan umum mahasiswa (Pemilwa) di FT, tujuan sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan kepada mahasiswa FT mengenai partai mahasiswa yang ada di UNY.

        Sosialisasi ini dihadiri oleh 5 parma yakni Partai Secangkir Kopi, Partai Pelangi, Partai Bunga Perubahan, Partai Perkumpulan Karangmalang Raya (Perkara), dan Partai Muda, meskipun hadir dihadiri oleh 5 partai namun ada 1 partai yang terlambat dikarenakan ada agenda deklarasi Partai. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua perwakilan partai yang hadir telah hadir disini, dan memohonkan ijin keterlambatan untuk Partai Muda karena masih ada agenda deklarasi,” ujar Nanang, Ketua Komisi I DPM FT.

        Masing-masing parma memperkenalkan parma melalui visi misi, seperti Partai Secangkir Kopi memalui Pras menjelaskan misi Partai Secangkir Kopi ialah terwujudnya mahasiswa pancasila dan kesejahteraan mahasiswa yang demokratis adil dan makmur. Partai Secangkir Kopi akan memperhatikan dan melakukan pembentukan-pembentukan ruang publik dan komunitas guna menunjang penyikapan mahasiswa terhadap berbagai situasi. Partai Secangkir Kopi memandang mulai tereliminasi ruang publik sebagai sumber keterbacaan mahasiswa terhadap isu kampus.

        Udit dari Partai Pelangi atau Pergerakan Langkah Intelektual memaparkan visi partai yakni mewujudkan mahasiswa yang bertaqwa dan berintelektual serta mengedapankan semangat kebhinekaan persatuan untuk membangun UNY dengan cipta rasa karsa dan karya. Parma Pelangi menilai saat ini mahasiswa telah kehilangan roh nya sebagai mahasiswa, pembatasan aktivitas mahasiswa dan kurang maksimalnya mahasiswa dalam berdialektika. Partai Pelangi hadir untuk mengembalikan roh mahasiswa yang mulai menghilang.

        Firman dari Partai Bunga Perubahan mengatakan Partai Bunga Perubahan memiliki visi yakni meneruskan amanat perjuangan oleh mahasiswa, dan untuk menyongsong eksistensi kampus UNY yang berkebangsaan, berkemanusiaan dan penuh rasa toleransi antar sesama berdasarkan Pancasila. Partai Bunga Perubahan akan hadir menjadi partai yang menyeimbangkan pemerintahan kampus, dan akan menjadi pengeras suara mahasiswa jika ada sesuatu. Partai Baper juga menilai mulai minimnya diskusi dan ditambah pembatasan jam malam pada ormawa UNY membuat minim diskusi dikalangan mahasiswa. Partai Baper mengapresiasi kembalinya bentuk Rema dan parma karena dengan seperti ini akan melahirkan tokoh-tokoh selain BEM.

        Partai Perkara yang diwakilkan oleh Calits, memaparkan visi Partai Perkara ialah bersama mahasiswa UNY berperan mewujudkan UNY sebagai kampus kependidikan untuk mencapai kejayaan dalam kehidupan kebangsaan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, dan berkarakter atas dasar ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam tatanan dunia baru yang damai, demokratis, dan sejahtera. Partai Perkara mempunyai konsepsi untuk membangun budaya diskusi dari bawah yakni mahsiswa baru.Mengajak himpunan mahasiswa dan menjalin komunikasi ke dosen untuk mengadakan diskusi rutin. Calits menilai bahwa dosen akan senang jika berbagi cerita dan pengalaman, serta berdiskusi, jika hal itu rutin dilaksanakan dan semua kalangan dapat turut serta maka budaya mahasiswa UNY akan dapat terbentuk.

        Meskipun sosialisasi ini terbilang sepi dari mahasiswa dan pengurus ormawa FT, namun tak membuat surut animo peserta yang penasaran untuk bertanya kepada parma. Nanang berharap dengan adanya sosialisasi ini mahasiswa FT UNY dapat turut berpartisipasi dalam pemilwa dengan mengikuti parma yang sesuai dengan ideologi.[]