Jumat (11/12), KPU FT UNY menyelenggarakan debat calon ketua dan wakil ketua BEM FT yang kedua di aula FT UNY. Jika hari sebelumnya tema yang diangkat seputar visi misi dan pergerakan mahasiswa, kali ini giliran keorganisasian dan program kerja yang menjadi bahan utama dalam perdebatan. Raditya Nugroho, ketua DPM FT UNY tahun 2014 berkesempatan untuk memimpin jalannya debat ini. Dalam debat ini terdapat empat sesi, yakni penyampaian program kerja, dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan dari moderator, Setelah itu, kedua calon diadu dengan saling melontarkan pertanyaan kepada masing-masing lawan dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari tim sukses.

         Calon pasangan nomor urut 1, Ahmad Nur Arifin dan Muhammad Adi Pradana kerap menyebut salah satu program andalan mereka yaitu sistem registrasi ospek secara online yang digadang-gadang dapat menghemat anggaran hingga jutaan rupiah. Lain halnya dengan pasangan calon nomor urut 2, Eko Susanto dan Ahmad Tahalli yang lebih menekankan akan membentuknya Majelis Perwakilan Kelas (MPK) sebagai wadah mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya.

         Berbeda dengan yang debat sebelumnya yang lumayan ramai dihadiri peserta, acara kali ini minim mahasiswa yang hadir, hingga acara tersebut sempat ditunda hingga lebih dari satu jam akhirnya debat tetap dilaksanakan walau dengan peserta seadanya. Fenomena tersebut menunjukkan masih rendahnya kesadaran mahasiswa FT akan pentingnya berdemokrasi, hal tersebut juga dapat disebabkan karena kinerja KPU yang kurang masif dalam mempublikasikan rangkaian agenda pemilwa. Hal ini sangat disayangkan, pasalnya melalui debat inilah mahasiswa dapat melihat kapasitas masing-masing calon serta menyampaikan aspirasinya. [Widi]