Yogyakarta –  Senin (18/1), Himpunan Mahasiswa (Hima) Otomotif bersama Jurusan Pendidikan Teknik Otomotif (JPTO) UNY menerima kunjungan dari SMK Negeri 3 Kota Tasikmalaya. Rombongan yang berangkat menggunakan bus ini terdiri dari 3 pembina serta 72 siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) kemudian dipandu oleh tim dari beberapa pengurus Hima. Kegiatan kunjungan ini merupakan rentetan acara Kunjungan Industri (KI) dari jurusan TKR SMK Negeri 3 Kota Tasikmalaya.

Menempuh 8 jam dari Tasikmalaya sampai Yogyakarta, tak melemahkan semangat peserta untuk belajar tentang otomotif di kota berjuluk pelajar. Antusiasme dari peserta terlihat dengan banyak pertanyaan yang dilontarkan kepada tim pemandu. “Membuat penasaran saja melihatnya!,” ujar Asep Saepudin sambil fokus melihat Bondowoso. Penuh kesabaran dan ketelitian, tim berusaha memberikan jawaban terbaik agar rasa ingin tahu mereka dapat dipenuhi. Perlu diketahui, rentetan kegiatan kunjungan ke JPTO diawali dari pengenalan bagian-bagian bengkel hingga markas dan tempat kerja dari Garuda UNY Racing Team (GURT) oleh tim pemandu.

Sebelumnya, SMK Negeri 3 Kota Tasikmalaya merupakan sekolah seni murni. Karena ada peraturan pemerintah yang mengharuskan membuka program yang berbeda dari rumpun, lahirlah program TKR pada tahun 2006. “Karena ada peraturan baru kami mengusahakan membukanya,” kata Cucuk Supriadi selaku salah satu pembina peserta kunjungan. Oleh sebab itu, masih sangat minim tenaga pendidik yang mengajar khusus otomotif. Untuk saat ini, masih menggunakan jasa guru khusus otomotif dari luar yang berjumlah dua orang. Beliau juga sempat berpesan untuk mahasiswa otomotif UNY melalui tim pemandu jika ada lulusan yang ingin mengabdi di SMK Negeri 3 Kota Tasikmalaya sebagai guru mereka dengan senang hati menerima.

Sementara itu, ketua Hima Otomotif UNY 2016, Muhammad Abdul Rochim menilai untuk pelaksanaan kepemanduan tamu kunjungan berjalan lancar. Hanya saja masih  perlu pembenahan kembali pada segi Public Relation Hima agar lebih tertata prosedur pengenalan jurusan terhadap tamu yang berkunjung. Saat penghujung acara, salah satu pembina dan Rochim memberikan sedikit motivasi untuk peserta kunjungan agar lebih berani melanjutkan studinya kelak di UNY dan ditutup dengan ucapan terima kasih serta foto bersama.

[Edwin]