Ikan Emas

Aku adalah ikan emas
Yang kau jaring dari jernihnya hulu Code
Kau rebut kemerdekaan hidupku
Kau pindah aku ke akuarium yang penuh pengekangan

Dalam akuarium ini, kau pelihara aku alakadarnya
Tak jarang kau lupa memberiku makan tiga kali sehari
Tak jarang kau biarkan airku keruh, hingga aku sulit melihat sekitar
Tak jarang kau biarkan listrik mati, hingga aku sulit bernapas karena pompa airku juga mati
Tak jarang juga kau biarkan akuarium ini bocor, hingga aku hampir mati karena tak ada lagi air yang tersisa
Aku lelah kau bunuh secara perlahan Tuan !

Apalagi kini kau punya ikan baru lagi
Yang lebih menjanjikan sesuatu untukmu pribadi

Kini kau punya cupang, yang bisa kau adu dengan siapapun
Kau juga punya Arwana, yang keindahan liuk tubuhnyapun menghasilkan Rupiah untukmu
Oh iya, kau kini juga punya perkutut, yang kicauannya sudah terkenal sampai ke mancanegara

Tiga peliharaan barumu itu membuatku makin tersisihkan
Tak jarang aku berpuasa, karena jatah makanku kau berikan pada mereka semua
Lepaskan saja aku ke Selokan Mataram depan rumah
Biarkan aku merdeka, sesuai idealismeku sebagai ikan emas
Jangan kau paksa aku menjadi seperti peliharaan barumu itu
Aku lelah kau diskriminasikan seperti ini Tuan !

Widi Hermawan

Lahir di Kota Mendoan, Banyumas, pada 14 Desember 1996. Saat ini sedang menekuni studi di Fakultas Teknik UNY semester akhir. Aktif juga di dunia pers mahasiswa, tapi akhir-akhir ini lebih suka nulis status facebook daripada nulis berita. Masih berjuang juga menyelamatkan dunia dari konspirasi jahat freemason dan illuminati. Sampai sekarang tidak peduli dengan bentuk bumi. Pernah bercita-cita menjadi ustadz, entrepreneur, politikus, engineer, tentara, hingga ketua KPK, tapi sekarang tidak tau inginjadi apa, yang penting terus berdoa dan berikhtiar.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.