Minggu (26/3) Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-DIY mengadakan panggung solidaritas bertajuk “Api Solidaritas Jogja Untuk Ibu Patmi, Sang Pejuang Agraria” di titik Nol Kilometer, Yogyakarta.

Aksi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta. Kegiatan dimulai dengan pembacaan doa untuk mendiang Ibu Patmi, demonstran dari Kendeng di depan Istana Negara yang meninggal pada Selasa (21/3) lalu.

Selanjutnya mahasiswa dari masing-masing kampus yang tergabung dalam Forum BEM DIY juga menabur bunga dengan diiringi lagu Darah Juang. Selain itu massa juga melakukan aksi teatrikal sebagai bentuk protes pemerintah yang tidak kunjung menyelesaikan permasalahan agraria di Pegunungan Kendeng Utara.

Dalam aksi ini mahasiswa menuntut untuk segera diselesaikannya kasus pembangunan pabrik semen di Kendeng. Diwawancarai di tempat, Fatah, Koordinator Umum Forum BEM DIY mengutarakan, aksi ini sudah disiapkan selama satu minggu. “Pokoknya sejak Ibu Patmi meninggal, kita langsung konsolidasi soal (aksi-red) ini.”

Fatah juga menyampaikan, melalui aksi ini besar harapannya pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan pembangunan pabrik semen di Kendeng. “Tentunya dengan mendengarkan aspirasi warga pegunungan Kendeng.”

Aksi ini juga diikuti oleh beberapa elemen masyarakat seperti Gerakan Rakyat Proletar (GERAP) dan Komunitas Gusdurian. [Akbar]