Sabtu (21/04) Badan Pekerja Penelitian dan Pengembangan (BP Litbang) Perhimpuman Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) mengadakan konsolidasi terkait program kerjanya dalam Musyawarah Kerja Nasional ke-XI (Mukernas ke-XI) di Denpasar, Bali. Dalam pemaparan program kerja, Fajar Dwi Ariffandhi, koordinator BP Litbang Nasional mengungkapkan bahwa tahun ini mereka akan fokus pada pengaruh PPMI terhadap pers mahasiswa (persma) yang selama ini dinilai masih kurang. “Tahun ini kita akan fokus kepada pengaruh PPMI terhadap seluruh LPM-LPM yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Fajar Dwi Ariffandhi.

BP Litbang Nasional mengusulkan empat program kerja utama yaitu bank data persma, pembuatan silabus, pelatihan kejurnalistikan, dan riset. Pada bank data persma akan memuat identitas seluruh persma di Indonesia, mulai dari profil persma sampai isu apa saja yang pernah diangkat oleh persma. “Jadi pada bank data ini akan disajikan beragam informasi terkait persma di Indonesia, mulai dari nama persma sampai isu yang lagi dikembangkan oleh persma tersebut,” ujar Rifki Pramadhani selaku anggota BP Litbang. Dalam mencapai tujuannya BP Litbang Nasional akan bekerja sama dengan BP Litbang setiap kota agar dapat mendapatkan informasi detail terkait persma yang tersebar di Indonesia.

Untuk menunjang bank data persma BP litbang akan melakukan riset terkait isu-isu yang sedang panas di setiap kota. Output-nya mereka akan menghadirkan data-data dan infografis yang berisi isu-isu sesuai yang dilaporkan BP Litbang tiap kota. Namun riset akan lebih difokuskan kepada isu bersama yang sudah disepakati tiap daerah terlebih dahulu. Dari riset ini juga dharapkan dapat membantu persma jika ingin mengangkat isu yang serupa dengan persma di daerah lain.

Selain bank data persma dan riset, BP Litbang juga bertekad untuk mengadakan serangkaian pembelajaran berbau jurnalistik untuk menunjang kualitas tulisan persma yang dinilai masih minim. Hal ini yang membuat tercetusnya program kerja penyusunan silabus dan pelatihan jurnalistik tingkat dasar (PJTD). Teknisnya, PJTD akan diselenggarakan di beberapa titik wilayah, bekerja sama dengan beberapa kota di bawah naungan BP Litbang Nasional.

Sedangkan untuk penyusunan silabus BP Litbang Nasional akan mengadaan pendataan kurikulum tiap LPM agar dapat mengetahui karakteristik setiap LPM. Silabus ini dimaksudkan sebagai referensi persma yang belum memiliki kurikulum, bukan merupakan standardisasi persma, sehingga sifatnya fleksibel, dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan masing-masing persma. “Silabus ini bukan untuk mengukur standar LPM di mata PPMI, silabus ini ditujukan untuk mereka yang membutuhkan kurikulum, jadi hanya bersifat rekomendasi saja tidak wajib untuk dijadikan acuan,” ujar Fajar. [Fairuz]