Kamis (15/3) mahasiswa yang tergabung dalam Paguyuban Warga (PW) UNY menyelenggarakan pemutaran film ‘HAM, Aku Nang Kene’ di Gedung Student Center UNY lantai 1. PW UNY sendiri merupakan perkumpulan mahasiswa yang memiliki pandangan sama dalam menyikapi pembangunan. Triyo Handoko, ketua pelaksana kegiatan mengungkapkan acara ini dilatarbelakangi adanya rencana PT. Angkasa Pura 1 untuk menyelesaikan semua pembebasan lahan proyek pembangunan bandara di Temon, Kulon Progo. “Acara ini kan dilatarbelakangi bahwa tanggal 26 bulan ini, Maret itu Angkasa Pura menargetkan pengosongan lahan itu harus selesai semuanya,” ujarnya.

Triyo juga menambahkan pemutaran film ini bertujuan untuk menggalang solidaritas yang lebih luas untuk mendukung warga terdampak proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA). “Tujuannya kami menggalang solidaritas yang lebih luas nggak cuma teman-teman yang kemarin turun aja, kami ingin mengajak teman-teman dari UNY yang lain,” tambah Triyo.

Film ‘HAM, Aku Nang Kene’ sendiri merupakan film dokumenter yang digawangi oleh Jogja Darurat Agraria dan Omah Kreatif. Film ini berisi dokumentasi-dokumentasi penggusuran yang terjadi di Temon selama November sampai Desember 2017. Dalam film tersebut menampilkan bagaimana proses-proses penggusuran lahan dan rumah warga oleh PT. Angkasa Pura 1, perlawanan-perlawanan warga terdampak dan relawan, serta dampak-dampak yang ditimbulkan dari adanya penggusuran tersebut.

Triyo menyayangkan masih minimnya kontribusi teman-teman organisasi mahasiswa dalam kegiatan tersebut. “Aku sayangkan sih sama teman-teman BEM UNY ketika mengajak bersolidaritas bareng mereka malah menanyakan kajian. Nah ini kan bagiku aneh sekali sudah lima tahun bandara itu dimulai tapi masih menanyakan kajian,” tambahnya menyayangkan. Meski begitu menurut Trio acara yang disiapkan hanya dalam waktu satu minggu itu cukup sukses melihat peserta yang cukup banyak.

Sebelum pemutaran film, acara diawali dengan penampilan monolog berjudul ‘Demokrasi’ oleh Unstrat UNY dan Musikalisasi Puisi oleh Loemintoe. Setelah pemutaran film, acara dilanjutkan dengan diskusi yang dipantik oleh Suyatno dan Wisnu Utomo dari Teman Temon. Trio berharap dengan diadakannya acara ini nantinya akan semakin banyak mahasiswa UNY yang ikut bersolidaritas dalam penolakan pembangunan NYIA di Temon, Kulon Progo. “Harapannya lagi aku kira lebih banyak lagi teman-teman dari UNY mau turun ke sana (Temon-red),” tutup Trio. [Widi]