Oleh : Novian Indra Kusuma

Menurut Wikipedia Malioboro adalah nama salah satu kawasan jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulyo. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta.
Malioboro merupakan pusat daya tarik wisatawan baik lokal atau mancanegara untuk berkumpul di Daerah Istimewa Yogyakarta. Banyak wisatawan yang berkunjung ke jalan ini hanya untuk sekadar berjalan-jalan menikmati suasana keramaian dan keramahan jalan itu, banyak juga yang berkunjung untuk membeli oleh-oleh berupa baju, makanan khas, manik-manik khas Jogja dan berfoto-foto. Banyak juga mahasiswa datang ke malioboro untuk mengerjakan tugas dari kampus atau mencari suasana baru untuk menghilangkan stres.
“Malioboro seolah menjadi magnet untuk warga pendatang dari luar Jogja untuk mengadu nasib atau mencari rezeki” ujar Pak Rudi salah satu sesepuh pedagang asli Jogja yang berjualan di Malioboro. Malioboro menjadi daya tarik bagi para pendatang dari luar Jogja untuk mencari nafkah dikarenakan tempatnya ramai oleh wisatawan, sehingga tidak heran jika banyak pedagang dari luar Jogja berdatangan untuk mengadu nasib di malioboro. “Tidak heran setiap tahun jumlah penduduk di Daerah Istimewa Yogyakarta bertambah, ini dikarenakan banyak pendatang dari luar Jogja yang menetap atau mendapatkan pasangan hidup di Yogyakarta” Ujar Pak Rudi.
“Jumlah pedagang di Malioboro ini kurang lebih 2.400 orang. Hal itu akan bertambah seiring bertambahnya tahun” ungkap pak rudi. Dengan data tersebut pak rudi juga mengatakan bahwa banyaknya pedagang berasal dari luar jogja atau perantau.
Malioboro merupakan jalan sejuta kenangan, magnet tersendiri bagi para wisatawan untuk berkunjung ke Yogyakarta, entah sekadar untuk jalan-jalan, liburan, bahkan sampai berjualan. Jalan yang asri yang terdapat banyak warga dan orang-orang yang ramah tamah khas Indonesia, kental terhadap budaya Yogyakarta. Tempat tinggal ternyaman dan tertentram bagi para perantau.