Wartafeno(26/2) – Musyawarah Nasional BEM SI yang ke-12 ini begitu istimewa dikarenakan acara tersebut berlangsung di Yogyakarta tepatnya di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Seminar Nasional yang berlangsung di Auditorium UNY adalah acara pertama dari beberapa agenda acara yang akan berlangsung selama empat hari. Seminar Nasional sendiri dibuka oleh Rektor UNY, Prof. Dr. Sutrisna Wibawa,M.Pd. Acara ini sendiri mengusung tema “Revitalisasi Sinergitas Mahasiswa Dalam Membangun Keteladanan Politik Bangsa Untuk  Indonesia Cerdas dan Berdaulat”.

Dalam seminar nasional ini terdapat 2 subtema yang  berfokuskan pada masalah pendidikan dan politik. Seminar ini sendiri mendatangkan 4 pembicara besar diantaranya, Prof. dr. Ali Gufron Mukti, M.Sc, Ph.D dari Kemenristekdikti, Dr. Ki Saur Panjaitan XIII, M.M dari Panitera Sekjen Majelis Luhur Tamansiswa, Efendi Gazali, Ph.D, MPS.ID serta drg. Ugan Gandar.

Baca juga: Menristekdikti Resmikan Gedung IsDB UNY

Pemaparan pertama yang diampu oleh Prof. dr. Ali Gufron mukti, M.Sc, Ph.D, membahas mengenai rencana-rencana strategis Kemenristekdikti hingga pembentukan Sumber Daya Manusia yang unggul guna memanfaatkan bonus demografi Indonesia di tahun 2045. Sedangkan Dr. Ki Saur Panjaitan XIII, M.M yang berasal dari Majelis Luhur Taman siswa menyinggung mengenai pemaknaan kembali kemurnian pendidikan Indonesia menurut Ki Hajar Dewantara.

 Ki Saur Panjaitan banyak memaparkan bahwa sistem pendidikan Indonesia sekarang, telah banyak yang menyimpang dari yang di ajarkan oleh Ki Hajar Dewantara . Setelah pemaparanya, acara ini sempat rehat sejenak untuk melaksanakan sholat serta istirahat. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi bersama dua pembicara sekaligus, yaitu Efendi Gazali, Ph.D dan drg. Ugan Gandar. Pembicaraan mereka lebih mengarah ke poin-poin intim menyoal kondisi politik di Indonesia dan pergerakan-pergerakan mahasiswa selama ini. (Abiyyu)