Wartafeno (02/03) –  Aliansi BEM SI mengadakan aksi yang bertajuk “Indonesianya Rakyat”. Temannya diambil untuk kembali menegaskan Indonesia ialah milik rakyat. Tema ini diusung mengingat saat ini banyak kepentingan dinamika politik yang mengklaim atas nama rakyat, dan menegaskan bahwa “Indonesia-Nya” adalah milik rakyat. Bukan kepentingan politik.

“ketika banyak kepentingan, banyak elit politik klaim kepentingan masyarakat, mahasiswa Indonesia menegaskan Indonesia-Nya itu adalah milik rakyat Indonesia” ujar Muhammad Nurdiansyah selaku Koordinator Pusat aksi massa.

Baca Juga: Sentimental Pendidikan dan Politik di Seminar Nasioal di UNY

Aksi yang diikuti oleh 200 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM SI diselenggarakan dua setengah jam dengan konsep aksi longmarch, dimulai dari abu akar ali dan berakhir dengan orasi di titik nol. Aksi ini dimotori BEM SI sebagai perwakilan suara mahasiswa dan merupakan penggambaran sebagai tantangan kepada capres untuk menandatangani 11 tuntutan yang digabung menjadi ‘tugu rakyat’.

“dan tadi sudah saya sampaikan bahwa narasi dari tuntutannya sudah termasuk narasi aliansi, Tugu rakyat tadi menjadi ruh pergerakan dari BEM SI selama ini” ujarnya.

Baca Juga: Menristekdikti Resmikan Gedung IsDB UNY

Kedepannya diharapkan salah satu capres terpilih menandatangani tugu rakyat tersebut sebagai transparansi ditengah krisis kepercayaan kepada pemerintah.

“…..kami menantang kepada capres dan cawapres menandatangani ini sebelum pemilihan berlangsung, dan tadi saya sampaikan komitmen mahasiswa ketika para capres dan cawapres tidak berani menandatangani sebelum pemilihan kami mahasiswa berkomitmen untuk menyegel istana….” ujarnya.

Selain bentuk dari penyuaraan mahasiswa, aksi ini juga sebagai pengkawalan kontestasi pemilu yang akan diadakan pada Bulan April mendatang. Untuk kedepannya, akan didadakan beberapa aksi sebelum masa pemilihan berlangsung. “kemungkinan lagi akan ada aksi mahasiswa, kembali kepada gugatan dan komitmen, kita akan menantang kepada capres untuk menandatangani Tugu Rakyat tersebut” tutup Nurdiansyah.[Airlangga]

Reporter: Adnan, Akbar, Fairuz