Koordinator Umum Panitia PKKMB UNY 2019, Satria Yudistira, mengungkapkan beberapa masalah yang terjadi pada gelaran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNY 2019 pada hari ini (19/08), terjadi karena miskoordinasi dengan birokrat kampus. 

Satria mencontohkan, mahasiswa baru FIS yang tidak membawa KTM pagi tadi. “Contohnya kayak tadi, masalah FIS. Semua mabanya gak bawa KTM karena ditinggal di fakultas. Akhirnya dari pejabat kampus dipersilakan masuk (sebelumnya ditahan tidak masuk GOR), untuk presensinya mungkin nanti disesuaikan setelah acara,” ujarnya. 

Baca Juga: Miskoordinasi, Mahasiswa Baru Alih Jenjang Tidak Mengikuti PMB

Selain kejadian mahasiswa baru FIS, juga terjadi miskoordinasi antara Panitia PKKMB UNY 2019, Bidang 1 (Akademik), dan Satpam terkait posisi parkir motor.

“Pendapat saya sih, miskoordinasi pasti ya. Buat besok ya pasti miskoordinasi juga. Karena walaupun kita sudah koordinasi ke atas (birokrasi), tapi mereka tidak menyampaikan ke yang ada di lapangan (satpam). Akhirnya kita selesaikan saja di lapangan, seperti tadi. FT & Pascasarjana parkir di Timur GOR sini, sisanya di Fakultas,” jelasnya. 

Selain itu, tempat salat yang diperuntukkan bagi mahasiswa baru saat waktu istirahat juga minim. Dirinya berpendapat, implementasi ‘Taqwa’ belum ada. 

“Soal itu ya menurut saya gak masuk akal sih, kayak main-main, kan itu dari Birokrat semua. Soalnya kalau dari PKKMB kan ISHOMA di Fakultas, jadi gak ada (ISHOMA di GOR). Jadi implementasi kata ‘Taqwa’ di UNY belum ada,” ujarnya. 

Baca Juga: PMB 2019, Maba FIS Kecewa

Satria menjelaskan, miskoordinasi terjadi karena tahun ini penyelenggara PMB dan PKKMB dipisah. PMB diselenggarakan oleh Bidang 1 (Akademik), sedangkan PKKMB dibawahi oleh Bidang 3 (Kemahasiswaan). 

“Tahun ini itu dipisah ya, PMB itu di bawah Bidang 1 (Bidang Akademik), sedangkan PKKMB di bawah Bidang 3 (Bidang Kemahasiswaan). Dari awal juga Bidang 1 bilang ke kita kalau PMB itu Stadium General. Baru seminggu sebelum acara, birokrat hubungi kita buat bantu PMB. Sebenarnya kita nolak, tetapi karena beberapa teman-teman Fakultas mau bantu, oke lah,” jelasnya. 

Ditanya soal kerugian, pihaknya tidak terlalu merasa rugi. “Hitung-hitung mengenal medan untuk besok (PKKMB UNY),” tutupnya. (akb)