Senin (19/8), sejumlah mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial mengalami hambatan saat presensi untuk mengikuti acara Penerimaan Mahasiswa Baru (Red- PMB) UNY Tahun Akademik 2019/2020. Koordinator Fakultas Ilmu Sosial Mutawakkil Hidayatullah, mengatakan penyebab utama masalah tersebut akibat kurangnya koordinasi pihak birokrat dengan panitia fakultas.

“Tidak jelas terkait penggunaan KTM untuk presensi. Kami belum dapat info, info yang kami dapat hanya pengondisian di Fakultas.” Ujar Mutawakkil.

Baca Juga: Dari Parkir Hingga Musala Terbatas, Satria: MISKOORDINASI

Presensi terhadap mahasiswa baru mengalami masalah karena pihak panitia dalam fakultas saat pengkondisian mewajibkan mahasiswa baru untuk mengumpulkan HP dan dompet. Namun ternyata saat di GOR mahasiswa baru harus input presensi menggunakan Kartu Tanda Mahasiswa, hal ini menjadi masalah karena mahasiswa baru sudah terlanjur tidak membawa identitas (KTM-red).

“Kami Hampir WO, hingga mas satria ikut membantu untuk masuk, kami bilang ke pihak birokrasi yang jaga presensi kami ga terima, FIS langsung masuk aja, tidak perlu dipresensi, soalnya kondisi dibawah macet, mau gamau kami harus masuk. Setelah itu birokrasi memperbolehkan kami masuk.” Kata Mutawakkil

Masalah ini akhirnya selesai lewat bantuan Satria Yudistira, Koordinator umum dengan membiarkan maba FIS masuk dan presensi dilakukan susulan.

Baca Juga: Miskoordinasi, Mahasiswa Baru Alih Jenjang Tidak Mengikuti PMB

Mutawakkil berharap hal ini tidak terjadi lagi tahun depan. dia berharap pihak birokrasi lebih transparan dalam menyampaikan informasi. Ditempat terpisah, mahasiswa baru Prodi Ilmu Komunikasi mengungkapkan kekecewaan karena tidak diperbolehkan membawa HP sedangkan mahasiswa dari fakultas lain tidak dilarang untuk membawa HP.

“Kenapa informasi ini tidak dikoordinasikan, minimal ke panitia universitas, biar nanti dapat disampaikan ke fakultas kita udah gede, tau kapan main HP. Kalau seperti ini panitia kecewa, maba kecewa.” Tutupnya.(Iqbal)