Selasa (20/8), penanganan medis terhadap mahasiswa baru dalam penyelenggaraan kegitan PKKMB selama dua hari ini cukup diapresiasi. Pasalnya, pertolongan pertama yang dilakukan panitia penyelenggara PKKMB  terhadap mahasiwa baru yang mengalami sakit selama acara berlangsung cukup membantu.

Terdapat dua tim medis yang disediakan yaitu tim medis fakultas dan KSR (timm medis dari universitas). Pada tingkat universitas sendiri panitia menyiapkan 30 orang anggota sukarela yang telah melewati pelatihan selama 4 bulan sebelum acara PKKMB berlangsung guna menangani mahasiswa yang sakit selama acara. “Anggota sukarela, dan ada pelatihan sebelumnya seperti diklat ruang, lapangan gladi medan, dan ada pengukuhan untuk melihat apakah sudah mampu melakukan teknik dasar pertolongan pertama”. Ujar Tia Mayasari selaku  anggota KSR.

Baca Juga: Tema Pendidikan Kerakyatan Mewarnai Parade Ormawa 2019

Dikatakan bahwa selama dua hari ini belum ada mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB mengalami sakit berat sampai dipulangkan. Penyebab mereka sakit kebanyakan karena magh,mual, pingsan karena belum sarapan, karena berangkat pagi. Petugas kesehatan sendiri meminimalisir dalam penggunaan obat karena tidak punya izin untuk memberi obat.

Kendala yang dialami ketika penanganan adalah  medis ditingkat fakultas kurang gerak cepat masalah kordinasi.(Fany)

Baca Juga: Mahasiswa Baru Ikuti TMTP PKKMB FT UNY 2019

“paling ngasih minyak kayu putih dan ditinggikan tungkainya serta diberi air teh.  KSR sendiri hanya menyediakan tandu, tas obat sama personil, tikar – tikar dari sie medis”. Pungkas Tia Mayasari.

Selama dua hari ini kira-kira jumlah yang sakit dibawah posko utama ada 3 orang yang sakit parah, sedang posko perfakultas rata – rata 15 orang. Ketika mereka sudah merasa lebih baik mereka akan masuk kedalam GOR (Gedung Olah Raga ) dan melanjutkan kegiatan. Alur Maba ketika sakit itu sendiri adalah ditangani petugas medis fakultas, lalu dibawa ke petugas KSR. Apabila petugas KSR tidak dapat menangani, akan dibawa ke Posko Utama Lt 1 GOR UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) dimana disana ada Dokter yang akan menangani.