(Selasa, 20/8)  Parade ormawa kembali menyemarakkan acara PKKMB UNY 2019. Dalam parade tersebut, tema yang diusung adalah pendidikan kerakyatan dimana alasan dasar dari pemilihan tema tersebut akibat dari senjangnya pemerataan pendidikan di Indonesia dan tidak pro-nya pendidikan terhadap rakyat kurang mampu.

Ditemui disaat parade, Agung Wahyu Putra ketua BEM KM UNY menjelaskan bahwa tema tersebut telah didiskusikan terlebih dahulu bersama dengan BEM fakultas, terlebih untuk tema yang sarat masalah internal kampus.

“Narasi dari parade ini telah kita konsolidasikan sebelumnya bersama BEM dari tiap fakultas di UNY dan kita bersepakat untuk memilih tema pendidikan kerakyatan” ujarnya.

Baca Juga: Menkominfo Hadiri Acara Penerimaan Mahasiswa Baru UNY

Tema Menyangkut Permasalahan D4 dan UPPA Alih Jenjang

Dalam press rilis yang dikeluarkan BEM KM UNY 3 Agustus 2019, secara garis besar permasalahan tetap berkutat pada pemukul rataan UPPA, dimana rata-rata mahasiswa mendapatkan nominal UPPA 5 juta rupiah. Selain itu, adanya mahasiswa baru yang tidak dapat melanjutkan pendidikan yang disebabkan oleh ketidakmampunya membayar UKT dan UPPA menjadi fokus yang tidak terpisahkan dari tema parade ormawa tahun 2019 ini.

“Ada dari beberapa ketua BEM yang menyinggung soal Suprihatin mahasiswa baru dari FMIPA yang mengundurkan diri akibat tidak bisa membayar UKT dan UPPA” ujar Agung

Baca Juga: Miskoordinasi, Mahasiswa Baru Alih Jenjang Tidak Mengikuti PMB

Masih dalam kesempatan yang sama, Masagus Fikri Ketua BEM FT UNY memberikan pendapat yang selaras dengan yang diberikan oleh Agung sebelumnya, namun dia menambahkan bahwa dalam tema parade ormawa tahun 2019 selain untuk menggaungkan pendidikan rakyat dan mengajak mahasiswa baru lebih kritis terhadap keadaan kerakyatan khususnya pendidikan sekarang ini, dia juga ingin merefleksikan rasa kemerdekaan pada dunia pendidikan. “Tema parade untuk menyambut kemerdekaan juga, merefleksikan kemerdekaan pada dunia pendidikan. Selain itu juga mengajak mahasiswa baru untuk terus berjuang seperti yang kita lakukan di parade ini, dimana  berani menyuarakan hal-hal yang dianggap perlu untuk didengar pihak birokrasi” tutup Masagus.(Teguh)