Sabtu (24/08) 2019 bertempat di Pendopo Tedjokusumo Fakultas Seni & Bahasa (FBS) UNY, LPPM Kreativa menyelenggarakan launching Karta tulis ke 19 mereka. Berbeda dengan 18 karya sebelumnya yang berbentuk jurnal, karya ke 19 ini berbentuk majalah. Majalah ini mengambil judul “Dunia Perbukuan di Yogyakarta”. Majalah ini berhasil terbit sebanyak 1300 eksemplar.

Acara yang dibuka untuk umum dihadiri pula oleh perwakilan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berada di wilayah Yogyakarta. Pimpinan Umum LPPM Kreativa, Muhammad Nur Said dalam sambutan pertama mengutarakan alasan mengambil tema dunia perbukuan di Yogyakarta.

Baca Juga: Mengupas Kebebasan Ekspresi di Launching Majalah Art Effect Presisi

“Bagaimana keunikan Yogyakarta itu sendiri untuk ekosistem perbukuan di Yogyakarta. Ekosistem ini tidak ditemukan ditempat lain. Ekosistemnya unik dan perlu dibahas serta perlu mendapat pembahasan tersendiri.”, Ujar Said.

Dalam acara tersebut pula, Ketua BEM FBS Stefano Marudut Bagaskara, berharap Kreativa dapat menjadi semangat dalam berkarya dan menjadi wadah aspirasi.

Acara yang dihadiri juga oleh Wakil Dekan 3 (WD3) FBS, Dr. Kun Setyaning Astuti, M.Pd., mengadakan diskusi yang diisi oleh dua pemateri yakni, Tepe dan Indriankoto. Diskusi tersebut berisi pembahasan mengenai perbukuan di Yogyakarta, dari sejarah hingga ke proses penerbitannya.

Baca Juga: Marginalisasi Jadi Bahan Diskusi Equilibrium

Acara yang berkahir pukul 21.00 juga memberi kesan tersendiri bagi Said, terutama saat proses pembuatan majalah. Baginya, dalam pembuatan majalah terdapat proses yang lebih kompleks dibandingkan dengan jurnal. “Kesan saya ya bahagia karena majalah kreativa sudah launching yang sebelumnya jurnal. Ya kalau jurnal bisa dikerjakan dengan santai kalau majalah itu kita benar-benar turun kelapangan. Cari isu dll. Garapannya itu harus mateng, narasumbernya juga harus tepat, dan harus diklarifikasi semua berita itu. Nah dari kelelahan dan kesibukan kita itu ketika majalah cetak yang syukurnya tepat waktu selama 2 minggu itu 1300 cetak ya saya merasa bersyukur sekali.” (Airlangga, Fani, Claudia)