Masalah DIV Wates masih menggantung. Hingga aksi berakhir sekitar pukul 15.00 WIB, tuntutan utama belum terpenuhi. Tuntutan utama itu ialah memindahkan seluruh kegiatan akademik mahasiswa DIV FT UNY ke kampus pusat secepatnya hingga pembangunan fasilitas akademik (teori dan praktikum) memadai di kampus wilayah Wates. Ini termasuk ke dalam Pakta Integritas yang menjadi alasan utama dalam aksi kali ini. Lewat perwakilan BEM KM UNY, jajaran birokrasi UNY belum menyetujui keseluruhan tuntutan dan didiskusikan terlebih dahulu terkait Pakta tersebut.

Menyikapi hal tersebut, masa aksi watesadalahkita direncanakan akan kembali melakukan aksi pada hari Jumat (29/11). Wahyu Agung Putra Angkasa, Ketua BEM KM UNY berujar aksi berikutnya memang telah direncanakan, hanya saja selama menunggu hingga jumat, BEM KM UNY akan mengkaji kembali tuntutan sehingga dapat mencapai titik kesepakatan.

“Setelah hal ini terjadi kami akan mengkaji terhadap aksi ini sehingga komitmen untuk turun aksi kembali akan terencana dengan baik,” Ujar Agung

Kecewa…

Ketika aksi #watesadalahkita berlangsung, terlihat beberapa intervensi yang dilakukan baik dari pihak rektorat hingga dosen fakultas. Bentuk intervensi tersebut adalah pengambilan paksa spanduk masa aksi yang dibentangkan di depan gedung rektorat.

Selain rektorat, dosen pun mengambil peran dalam mengintervensi aksi. Bentuk intervensi yang dilakukan adalah adanya seorang dosen yang berkeliling sembari mengambil beberapa gambar. Terlihat beberapa mahasiswa berusaha menutupi kamera dosen yang berusaha mengambil gambar setiap mahasiswa.

Ketika ditemui wartawan Fenomena, dosen tersebut berujar bahwa dirinya mendokumentasikan foto tersebut guna menindaklanjuti serta tanggung jawab dari peserta aksi. Menurutnya, dengan melakukan aksi demo, citra UNY akan buruk apalagi jika aksi ini diliput oleh media yang mengakibatkan banyak perusahaan tahu.

“Dengan aksi gini, apalagi jika diliput media perusahaan kan jadi tau, mana ada perusahaan yang mau nerima karyawan yang suka demo?” ujarnya

Selain itu, dia juga menyesalkan bahwasanya akreditasi yang selama ini tengah gencar dibangun seperti tidak berarti.

“Saya capek kejar akreditasi dengan dosen lain tapi ini yang menjadi balasannya,” tambahnya

Di dalam satu kesempatan yang sama, Giri Wiyono mantan wakil dekan tiga FT UNY juga menyayangkan akan adanya demo tersebut. Baginya, ranah diskusi lebih baik digunakan untuk masalah ini. Dia juga berujar bahwa sebelum aksi ini dilakukan, terdapat audiensi dengan mahasiswa DIV.

Baca Juga: Menanggapi aksi #Watesadalahkita, Sutrisna: Iklim vokasi berbeda dengan pendidikan akademik

“Kan bisa dengan diskusi, tidak dengan cara seperti ini, kalau ga nemu titik temu ya kita diskusikan lagi,” kata Giri.

Perihal langkah ke depan yang akan dilakukan, dia menerangkan bahwa sangat dimungkinkan tahun depan skema pembelajaran akan berubah. Perubahan tersebut mulai dari tempat belajar hingga kurikulum yang diterapkan, namun menurutnya opsi yang paling dekat adalah merumahkan sepenuhnya mahasiswa di Wates.

“Ya sudah mungkin tahun depan kita akan menerapkan seluruhnya pembelajaran di Wates, bisa diterapkan semester besok atau semester depanya lagi ketika masuk semester tiga,” Pungkas Giri

Penulis: Teguh & Fairuz
Reporter: Rani, Fadil, Novian
Editor: Widi Erha

Catatan Redaksi: Redaksi tidak mengungkapkan narasumber sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik Pasal 7 yakni Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaanya, menghargai ketentuan, embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai dengan kesepakatan.