(25/11) Pukul 10.10 WIB peserta #watesadalahkita telah memadati samping LPPM UNY guna melakukan “longmarch” ke rektorat. Dalam aksi kali ini, tuntutan yang disampaikan adalah mengembalikan kembali seluruh kegiatan akademik mahasiswa DIV ke kampus pusat.

Aksi ini juga merupakan lanjutan dari upaya sebelumnya yang telah dilakukan baik pihak BEM dan/atau mahasiswa yang dalam beberapa audiensi tidak menemui hasil yang berarti. Dalam aksi kali ini, rektor UNY Sutrisna Wibawa tengah berada di Jepang sehingga di wakili oleh wakil rektor 1 UNY bidang akademik Margana.

Dia menyampaikan dua poin utama guna menjawab tuntutan yang diberikan oleh masa aksi, diantaranya adalah akan menambah jumlah bus sebanyak tiga armada serta akan memindahkan seluruhnya proses pembelajaran di kampus Wates pada semester mendatang.
“Kita akan menambah jumlah bus sebanyak tiga dan memindahkan seluruhnya pembelajaran di Wates pada semester besok,” ujar Margana

Baca juga: Sutrisna: Saya Jelas Menolak Ajuan Tersebut

Selain itu, dia juga menyinggung soal fasilitas yang akan dibangun, menurutnya akan ada empat laboratorium baru yang akan dibangun dan satu akan direalisasikan secara cepat.
“Kita akan bangun empat lab, dan satu dulu yang akan kita cepat realisasikan,” imbuhnya

Rektor UNY, Sutrisna Wibawa ketika dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp berujar bahwa iklim vokasional sangat berbeda dengan pendidikan akademik.
“Pendidikan vokasi harus disendirikan, tidak digabung dengan pendidikan akademik. Atmosfernya berbeda,” tulis Sutrisna

Hal tersebut juga merupakan jawaban yang sama dengan yang diutarakan ketika audiensi DIV di Wates, untuk soal fasilitas juga jawaban yang diberikan Sutrisna Wibawa masih sama yakni meminta seluruh mahasiswa DIV bersabar karena pembangunan yang berlangsung tidak bisa serta merta cepat selesai.
“Kita sudah menyiapkan fasilitas dan butuh proses. Untuk sementara sambil menunggu fasilitas, pembelajaran praktik harus di pusat dengan sistem blok per kelas,” pungkas Sutrisna.

Penulis: Teguh
Editor: Fairuz