Identitas Film

Judul Film: The Perfect Husband
Sutradara: Rudi Aryanto
Produser: Sukhdev Singh, Wicky V. Olindo
Penulis Naskah: Sukhdev Singh, Tisa TS, Benni Setiawan, Indah Riyana
Pemeran: Dimas Anggara, Amanda Rawles, Maxime Bouttier, Slamet Rahardjo, Tanta Ginting, Bunga Zaenal
Genre: Drama
Produksi: Screenplay Films, Legacy Pictures

Film produksi Screenplay Films ini merupakan adaptasi dari novel karya Indah Riyana yang berjudul The Perfect Husband. Film ini dibintangi oleh Dimas Anggara, Amanda Rawles, dan Maxime Bouttier.

Amanda Rawles sebagai Ayla, seorang anak kelas 3 SMA dan sedang menjalin hubungan dengan Ando, seorang vokalis band rock yang diperankan oleh Maxime Bouttier. Hingga suatu saat datang di kehidupan Ayla seorang pilot bernama Arsen(Dimas Anggara) yang mana mereka berdua akan dijodohkan oleh ayah Ayla(Slamet Rahardjo). Ayla pun menolak mentah-mentah akan keputusan ayahnya.

Selain karena Ayla telah memiliki hubungan dengan Ando, Arsen juga bukanlah tipe lelaki yang disukai oleh Ayla. Meskipun demikian, ayah Ayla tetap berkukuh untuk melakukan perjodohan tersebut. Bahkan ayah Ayla mengamanahi Arsen untuk selalu mengantar Ayla kemanapun Ayla pergi.

Tanpa diketahui oleh Ayla dan anggota keluarga lainya, ternyata ayah Ayla mengidap penyakit yang parah sehingga ayah Ayla secara sembunyi-sembunyi bertemu dengan ayah Arsen untuk meminta perjodohan antara Ayla dengan Arsen. Karena kondisi kesehatan ayah Ayla semakin parah, ayah Arsen pun mengiyakan perjodohan Ayla dan Arsen demi kebahagiaan Ayla.

Di balik itu, Ayla tidak tahu alasan mengapa ayahnya sangat ingin menjodohkan dirinya dengan Arsen. Berbeda Ayla, Arsen mengetahui alasan ayah Ayla tersebut. Maka dari itu, Arsen tidak ada alasan untuk menolak perjodohannya dengan Ayla.

Mengambil tema perjodohan mungkin sudah terbilang wajar, tetapi perjodohan antara pelajar SMA dengan seorang pilot, bisa dinilai berbeda dari film-film yang lain. Film ini lebih mengedepankan akting para pemain sesuai perannya masing-masing dibandingkan dengan alur ceritanya.

Hal itu terbukti dengan Amanda Rawles yang biasanya berperan sebagai perempuan feminin, tetapi di dalam film ini ia berhasil memerankan sosok Ayla yang sedikit kasar dan galak terutama saat ia beradu akting dengan Dimas Anggara.

Secara keseluruhan film ini dikemas cukup simple karena hanya mengangkat satu garis besar tema dan pokok bahasannya juga hanya mengarah ke hal perjodohan. Akan tetapi, cerita simple tersebut dapat dibawakan dengan baik oleh para pemainnya.

Kelebihan Film

Film berjudul The Perfect Husband ini mengandung keunikan dari sisi hubungan antara pelajar dengan seorang pilot. Sisi positif yang terdapat dalam film ini terletak pada pembelajaran yang dapat dipetik oleh seorang anak dan bapak. Di mana seorang anak yang awalnya menolak perintah ayahnya dalam perjodohan, pada akhirnya ia menuruti permintaan ayahnya.

Kepribadian tersebut dapat dicontoh tentang bagaimana sikap yang harus dimiliki oleh anak kepada orang tua, walapun dalam perwujudannya memang diperlukan adaptasi dan komunikasi yang dibangun secara baik. Sedangkan kepribadian Ayla yang kurang baik hendaknya tidak dicontoh bagi setiap pelajar terutama perempuan.

Selain itu, sisi positif dari film ini juga dapat dilihat dari kemasan genre drama yang diangkat dengan tema perjodohan sehingga membuat alur cerita film ini mudah dipahami oleh penonton. Dari sisi penyampaiannya, pemain menggunakan bahasa anak muda yang mudah dipahami. Pesan yang ada dalam film juga berhasil disampaikan bahwa setiap orang tua pasti berusaha melakukan yang terbaik demi kebahagiaan hidup anaknya.

Kekurangan Film

Kekurangan pada film ini terletak pada cerita di mana ayahnya Ayla kesannya agak memaksa dalam menjodohkan Ayla dengan Arsen. Walaupun ayah Ayla mempunyai alasan kuat, tetapi film ini terkesan kurang relevan untuk zaman modern seperti sekarang ini. Selain itu, cerita yang dibawakan terkesan monoton karena hanya mengarah ke hal perjodohan saja sehingga konflik dari cerita tersebut tidak terlalu berkesan bagi penonton. Ditambah dalam cerita tersebut tidak ada konflik lain yang membuat cerita film lebih menonjol sehingga alur ceritanya menjadi datar-datar saja karena tidak dibumbui masalah yang kompleks.

Ditulis oleh: Rena W
Editor: Willy