Selepas aksi yang dilakukan oleh gabungan beberapa aliansi di Yogyakarta pada tanggal 8 Oktober lalu, hari ini (20/10) aksi kembali digelar oleh Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) yang bertempat di Bundaran UGM dengan melayangkan tuntutan “Turunkan rezim Jokowi-Ma’ruf Amin; Pencabutan RUU Cipta Kerja; Bubarkan DPR; dan Bangun Dewan Rakyat”. Aksi ini rencananya akan dilaksanakan tiga hari berturut-turut pada tanggal 20-22 Oktober 2020.

Fakta penjajahan di Indonesia saat ini

Dalam pers rilis ARB, aksi yang bertajuk tema “Ruang Rakyat Semua Adalah Warga” dibentuk atas dasar kondisi sekarang dimana ada delapan fakta penjajahan yang masih dilakoni Indonesia saat ini, diantaranya :

Pertama, penguasaan lahan yang semakin parah dimana pada rentang 2014 – 2019 tercatat 2.047 kasus perampasan lahan warga yang digunakan untuk sektor perkebunan,infrastruktur, pertambangan, kehutanan, dan properti yang menyalahi UUD 1945, UUPA 1960, dan Tap MPR IX/2001.

Kedua, pertumbuhan ekonomi nasional mengalami penurunan hingga menyentuh level -5,32% sebagai akibat dari lambatnya penanganan pemerintah menangani Covid-19. Selain itu, Indonesia menempati urutan tertinggi ketujuh di antara negara berpendapatan menengah dan rendah dalam Utang Luar negeri. Total hutang yang dimiliki Indonesia per Agustus 2020 ini sama dengan 20,5 juta rupiah untuk setiap penduduk yang berjumlah 272 juta jiwa, artinya sebanyak 5.594,9 triliun.

Tidak Ada Kata Abstain Untuk Relawan Kebersihan dan Kesehatan Waktu Demo

Ketiga, sumber daya manusia dalam bidang pendidikan masih jauh tertinggal karena rendahnya minat literasi pelajar dan banyaknya anak putus sekolah. Dengan disahkannya RUU Cipta Kerja ini, pendidikan hendak dijadikan lahan bisnis yang berorientasi laba.

Lima fakta lainnya adalah mengenai ketidakinisiatifan pemerintah menanggulangi Covid-19; PHK massal; kekerasan terhadap perempuan; sistem ketahanan pangan; dan ketimpangan ekonomi.

Pertunjukan teatrikal yang dilakukan sebagai dewan rakyat yang akan diperlihatkan kepada massa aksi hari ini dan media. Selain itu, disampaikan dan ditekankan bahwa semua massa aksi adalah bagian dari rakyat.

Tidak hanya itu, Humas ARB atas nama Revo dan Lusi, menyerukan solidaritas untuk masyarakat Indonesia dan menuturkan bahwa aksi ini ditunggangi oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Bila negara hari ini ditunggangi oleh elite, maka gerakan rakyat ini, gerakan ARB ini ditunggangi kepentingan orang-orang kecil, kepentingan masyarakat yang ditindas, kepentingan orang-orang yang diambil haknya” pungkasnya.

Penulis : Resti

Editor : Nia