Judul                     : Malam Putih

Penulis                 : Fyodor Dostoyevsky

Penerbit              : Octopus Publishing House cetakan 2017

Tahun                   : 1848

Tebal                     : 122+xii halaman

Suatu ketika, musim panas tiba. Sudah menjadi adat masyarakat Kota Saint Petersburg kala itu untuk meninggalkan rumahnya untuk sementara waktu. Mereka mengarahkan langkahnya untuk mengunjungi villa pribadi yang berada di luar kota.

Semuanya, semuanya kecuali aku.

Aku tidak memiliki villa atau tujuan lain untuk pergi dan merasa dengki melihat rombongan kereta kuda yang berisi sebuah keluarga dengan membawa perabotan. Aku menganggap apa yang dilakukan penduduk St. Petersburg ini sebuah kesalahan dan membuat kota menjadi sepi.

Aku berjalan melangkah tak tentu tujuan, menghabiskan waktu dengan berjalan atau bernyanyi. Hanya dengan ini kekalutan hati dan pikiran tentang kota mati hilang.

Tidak ada lagi siksaan atas rasa kesendirian. Aku melangkah hingga larut maam. Pada saat seperti ini malam begitu istimewa, langit tidak lagi berwarna gelap namun putih seperti pagi.

Perlahan, rasa murung dan marahku mereda dan memutuskan untuk pulang kerumah. Saat melewati bantaran kanal aku melihat gadis yang berdiri termenung menatap danau.

Ia tampak fokus dan sama sekali tidak menyadari keberadaanku. Ingin sekali rasanya kusapa, namun bingung bagaimana untuk memulai.

Gadis itu pun tersadar setelah merasa ada seseorang yang berada didekatnya. Perlahan, ia menyadari sosokku dan bergegas balik, pergi menjauh pada seberang jalan disana.

Suatu kesialan di seberang jalan ada pria mabuk dengan tingkahnya yang aneh dan perlahan mendekati gadis.

Perlahan tapi pasti, tubuh ini mempercepat langkah dengan sendirinya menyusul gadis. Benar saja, gadis itu diganggu oleh pria mabuk.

Melihat itu, aku pukul pria mabuk dengan tongkatku hingga terjungkal ke belakang. Setelah bersumpah serapah, ia pergi meninggalkan aku dengan si gadis.

Inilah awal pertemuanku dengan gadis, berlanjut hingga malam demi malam.

Jejak hidup penulis

Dostoyevsky, penulis prosa fiksi dengan bentuk cerpen ini mungkin masih terdengar asing di telinga. Di toko buku karya tulisnya sangat jarang dijumpai. Namanya kalah pamor dengan penulis seperti Tereliye atau Jk Rowling si penulis Harry Potter termasyhur itu.

Hanya beberapa orang yang memang menaruh hati pada sastra klasik atau mahasiswa jurusan sastra rusia dimana tuntutan akademislah yang membuat mereka membaca salah satu karya penulis fiksi muram ini.

Fyodor Dostoyevsky adalah seorang sastrawan besar Rusia. Kepenulisannya aktif pada abad 19, tepatnya ketika Rusia saat itu sedang pada masa keemasan dalam dunia kesastraan.

Dia hidup bersama penulis Rusia besar lainnya macam Leo Tolstoy, Ivan Turgenev, Anton Chekov, Gogol, dan sebagainya.

Novel dan cerpennya memiliki ciri khas yaitu sangat mendalam menggambarkan perasaan manusia ketika dalam keadaan nelangsa ataupun bahagia.

Tokoh utama yang dipilih Dostoyevsky untuk setiap karyanya kebanyakan diambil dari golongan marginal di masyarakat dan berwatak kurang menyenangkan seperti penjudi, pembunuh, pejabat yang kikir, atau seorang pemuda pengangguran yang sepi dan murung dalam menjalani hidupnya.

Ia pun selalu menggunakan Kota St. Petersburg menjadi latar tempat karyanya berlangsung dan merubah kesan kota tersebut seakan kota yang nisbi kebaikan.

Gaya penyampaian Dostoyevski seperti menyelam ke dalam jiwa manusia hingga pada kedalaman jiwa yang terdalam dan gelap, dan kemudian hal itu dijadikan bahan untuk karyanya.

Oleh sebab itu, pembaca Dostoyevski menilai dia telah menyuarakan suara hati manusia yang selama ini susah sekali untuk diuraikan atau memecahkan tentang misteri sebuah perasaan manusia itu sendiri.

Hal itu dapat diketahui ketika membaca kalimat percakapan antar tokohnya ataupun penggambaran tingkah laku yang ditampilkan tokoh ketika pada dihadapkan dengan situasi di dalam novel.

Sekilas tentang buku

“Malam Putih” mengambil sudut pandang orang pertama yang juga sekaligus nama tokoh utamanya. Diceritakan tokoh ‘aku’ adalah seorang pemuda tidak bekerja berusia 26 tahun, tinggal di Kota St.Petersburg dan memiliki pembantu bernama Matryona.

Karakter utama pada buku ini digambarkan Dostoyevski sebagai pemikir keras akan sesuatu yang salah atau apa yang telah terjadi akan satu hal. Pemuda ini menghabiskan kesehariannya dengan sesuatu yang tidak berarti seperti mengamati warna rumah penduduk, memandang serta memastikan perabotan rumah sesuai tempatnya dan hal-hal detail yang tak terpikirkan sebelumnya.

Karya ini berbentuk prosa fiksi berupa cerpen dan ditulis Dostoyevsky pada masa awal kepenulisannya.

Meski sebuah cerpen isinya amatlah panjang dan dapat dicetak mejadi sebuah buku kecil yang bisa dibawa kemana-mana. Malam Putih terbagi menjadi 6 babak yaitu: Malam Pertama, Malam Kedua, Kisah Nastenka, Malam Ketiga, Malam Keempat, dan Pagi.

Kekurangan dari karya Dostoyevski ini dalam hal estetika bahasa atau dalam jalan cerita. Cara penyajian Dostoyevski memberikan kesan bahwa dalam menuliskan karyanya, ia berada dalam keadaan terburu-buru.

Terlepas itu semua, pendalaman karakter pada setiap tokohnya tersampaikan dengan bagus.

“Tuhan, lengkap sudah seluruh saat kebahagiaan! Apakah itu terlalu singkat untuk keseluruhan hidup seorang manusia?” (Dostoyevski).

Penulis: Airlangga

Penyunting: Fairuz