Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) Wates 2021 telah usai digelar ditandai dengan diumumkannya calon terpilih pada 8 Mei 2021 lalu dan menyisakan perjalanan panjang yang harus direkam dalam setiap prosesnya.

Pemilwa tahun ini mengusung pasangan calon (paslon) tunggal yang melawan kotak kosong. Paslon nomor urut 1, Muhammad Irhas Mahrus & Ribkah Angelina Oktaviani memenangi Pemilwa setelah mendapat 473 dari 524 suara yang masuk.

Pemilwa dan Kinerja Panitia

Pemilwa Wates dilatarbelakangi oleh adanya tuntutan mahasiswa atas adannya keputusan sepihak pemilihan pengurus Hima FT Wates oleh birokrasi Wates dan menghasilkan keputusan bahwa pemilihan dapat dilakukan secara demokratis dengan melibatkan mahasiswa dalam pemungutan suara.

Hima FT Wates baru saja dibentuk tahun ini sehingga pelaksanaan Pemilwa untuk Hima FT Wates ini merupakan yang pertama kalinya di lingkungan FT Wates, sehingga masa jabatan dari calon terpilih tidak akan berlangsung setahun penuh karena Pemilwa tidak dilaksanakan di awal tahun.

Pasangan calon Ketua Hima FT Wates diperoleh karena murni hanya ada satu paslon yang mendaftar, dilaksanakan pada tanggal 17-22 April dengan pengumpulan berkas paling lambat sehari setelahnya pada 23 April pukul 21.00 WIB.

“Tanggal 22 April masuk data ketua dan wakil, karena pasangannya cuma tunggal KPU menetapkan untuk lawannya adalah kotak kosong,” ucap Sekretaris KPU, Yosef Budiman.

Kemudian dilanjutkan dengan verifikasi bakal pasangan calon peserta Pemilwa pada 24-25 April, hasil verifikasi disosialisasikan pada hari yang sama.

Bakal calon diberi waktu selama dua hari setelah sosialisasi verifikasi untuk mengajukan banding jika terjadi kesalahan verifikasi, terdapat pihak yang tidak diterima, ataupun mengundurkan diri.

Masih pada situasi pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda, mengharuskan Pemilwa dilaksanakan secara daring dengan menjadikan Peraturan Fakultas Nomor 5 Tahun 2020 sebagai acuan dan SK KPU yang berisi pembaruan ketentuan syarat pasangan calon Ketua Hima FT Wates.

“Untuk SK secara tertulis tidak ada, adanya Pemilwa Wates sendiri berdasarkan follow up dari permasalahan pembentukan Hima Wates secara sepihak oleh birokrasi Wates, yang mana pada akhirnya di putuskan untuk mengadakan Pemilwa Wates setelah negosiasi dengan pihak birokrasi Wates. Jadi SK secara tertulis tidak ada tetapi dasar yang gunakan adalah persetujuan birokrasi Wates untuk diadakan pemilihan ulang ketua Hima Wates melalui Pemilwa Wates,” ujar Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa FT UNY, Fajri.

Pada proses jalannya Pemilwa, menurut Yosef Budiman, menyebutkan bahwa peran Bawaslu (yang merupakan perwakilan ormawa) pada Pemilwa kali ini belum terlalu menonjol dan signifikan.

Hal serupa disebutkan salah satu anggota Bawaslu bahwasanya peran KPU belum signifikan dan maksimal dalam mengoordinir bidang-bidang lainnya pada Pemilwa, khususnya pada Bawaslu. Perlu adanya pembahasan yang lebih matang untuk mempersiapkan acara sebesar ini (Pemilwa-red).

Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya koordinasi lanjut antara KPU dan Bawaslu di mana pada pelaksanaanya, tidak ada rapat koordinasi sebelum adanya Pemilwa.

“Sejak terbentuknya bawaslu tahun ini, menurut saya masih kurang koordinasi dan terkesan kurang persiapan. Dibuktikan dengan setelah terbentuknya Bawaslu, tidak ada rapat koordinasi/komunikasi antar intern Bawaslu maupun eksternal Bawaslu sampai dengan Pemilwa Wates yg dilakukan beberapa minggu kemarin. Di mana seharusnya peran Bawaslu terlihat disitu, sehingga membuat Bawaslu semakin redup kinerjanya dan terkesan tidak bekerja,” terang salah satu anggota Bawaslu yang tidak berkenan disebutkan namanya.

Pemilwa Sepi, Salah KPU atau Mahasiswa?

Terlepas dari permasalahan koordinasi internal panitia, permasalahan lain pun muncul pada pesta demokrasi Pemilwa FT Wates ini.

Dari 784 Daftar Pemilih Tetap (DPT) hanya 524 pemilih yang menyalurkan suaranya, 473 suara untuk paslon nomor urut 1 dan 51 suara untuk kotak kosong. Artinya, ada 260 pemilih golput, sepertiga dari jumlah DPT.

Beberapa mahasiswa golput memberikan alasan bukan kerena enggan memilih, tetapi kurangnya intensitas mahasiswa dalam memahami timeline Pemilwa.

KPU menyebutkan bahwa pada tanggal 22 April, satu hari sebelum uji publik, dilaksanakan QnA mengenai Pemilwa FT Wates melalui media Google Form sebagai penampung pertanyaan mahasiswa.

Selanjutnya pada tanggal 23 April, diadakan uji publik SK KPU sekaligus sosialisasi yang dilaksanakan pada sore hari, dengan peserta masing-masing perwakilan prodi.

Selain sosialisasi dari KPU, tim sukses paslon melakukan kampanye agar informasi dapat tersebar lebih masif. Kampanye paslon diisi dengan dialog dengan pemilih serta memaparkan visi misi melalui platform Google Meet.

Simalakama Luber Jurdil

Rangkaian kegiatan Pemilwa sendiri diatur dalam SK KPU NO. 01/KPU/FT_UNY/IV/2021 dan SK KPU NO. 02/KPU/FT_UNY/IV/2021. Penetapan hasil Pemilwa pada 8 Mei 2021 merupakan satu dari serangkaian kegiatan Pemilwa yang dimulai pada 17 April 2021 lalu.

Pada tanggal 6 Mei 2021, diadakan pemungutan suara yang berlangsung secara daring dengan menggunakan media Google Form dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.

Perhitungan suara dilakukan pada hari yang sama melalui Google Meet dan disaksikan oleh berbagai komponen Pemilwa.

Hasil perhitungan diumumkan dua hari kemudian pada tanggal 8 Mei melalui Berita Acara No. 002/KPU/Pemilwa/FT UNY/2021 yang didistribusikan ke grup-brup WhatsApp kelas.

Namun penggunaan media Google Form memiliki kekurangan dan kelebihan.

Dengan menggunakan media ini, KPU menyebutkan bahwasanya mereka dapat memanfaatkan reminder kepada DPT yang merupakan mahasiswa Wates melalui sebuah email sebagai bagian dari sosialisasi yang dilakukan.

Akan tetapi, pada proses perhitungan suara, beberapa DPT mengalami ‘kecolongan data’. Didapatkan beberapa nama email mahasiswa golput serta nama email mahasiswa dengan hasil pilihannya sehingga asas rahasia masih belum dapat terpenuhi.

Kebocoran data pada proses perhitungan suara yang disaksikan oleh umum. (Dokumentasi tim penyusun)

Kendati demikian, calon ketua terpilih Muhammad Irhas Mahrus tetap optimis program kerja yang akan dilaksanakan berjalan dengan baik.

“Yang saya harapkan untuk Hima Wates kedepanya yakni terjalinnya persatuan dari tiap jurusan yang ada di Wates, dan juga diharapkan jika prokernya terlaksana dengan baik sehingga akan terjalin hubungan yang baik antara teman-teman yang ada di setiap jurusan yang berada di Wates.”

Perlu diketahui bahwa Pemilwa FT Wates bukan hanya tuntutan mahasiswa agar proses Pemilwa bersifat demokratis saja, disebutkan bahwa Pemilwa FT Wates juga digunakan untuk keperluan akreditasi.

Hingga tulisan ini diterbitkan, perkembangan pasca-Pemilwa dilaporkan bahwa Ketua dan Wakil Ketua Hima FT Wates yang terpilih sejak tanggal 8 Mei tersebut tak kunjung dilantik secara resmi.

Reporter: Nita, Annisa, Mustika, Rofiq, dan Erlangga

Penulis: Fais

Penyunting: Akbar