DSCF3999

 Narasumber Diskusi Umum "Penugasan OSPEK FT UNY" (19/9) kiri Ihti, Hidul, Raditya, Zaky

            OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) merupakan salah satu agenda besar yang selalu dihelat di kampus Universitas Negeri Yogyakarta dengan tujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru terhadap lingkungan kampus. OSPEK yang digelar selama 5 hari ini selalu memunculkan hal menarik untuk disimak dan salah satunya ialah penugasan OSPEK. Di Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta dalam penugasan OSPEK 2014, diwarnai dengan penugasan yang menimbulkan pro dan kontra, seperti topi dengan harga Rp. 15.000 dan jus madu yang setiap hari harus dibawa oleh mahasiswa baru. Hal inilah yang membuat Tim Buletin Getar Lembaga Pers Mahasiswa Teknik Fenomena UNY menjadikan tema pada salah satu terbitan buletin Getar edisi OSPEK.

            “Advokasi media ini bukanlah ajang saling menghakimi pihak yang di depan (red-narasumber), tetapi ajang untuk mengklarifikasi tulisan pada buletin Getar yang telah terbit”, ungkap Agung Widadi selaku Pimpinan PSDM Fenomena. Diskusi umum mengenai penugasan OSPEK  ini mendatangkan narasumber diantaranya Hidul Arifuloh dari Panitia OSPEK FT UNY 2014, Zaky Mubarok Izzudin dari Ketua Advokasi OSPEK FT UNY 2014, Ihtisyamah Zuhaidah dari BEM FT UNY, dan Raditya Nugroho dari DPM FT UNY. Agenda yang dilaksanakan Jumat (19/8) di samping LPTK FT UNY ini, kurang mendapatkan respon yang baik dari mahasiswa baru 2014 dan mahasiswa pada umumnya. Hal ini terbukti dengan minimnya jumlah peserta yang hadir dalam acara tersebut.

            Zaky mengatakan sempat mengalami kesulitan dalam meminta data daftar biaya yang harus dikeluarkan mahasiswa baru selama OSPEK kepada panitia OSPEK FT UNY 2014. Padahal jika data tersebut ada, maka akan mempermudah kerja panitia Advokasi OSPEK ketika ada mahasiswa baru melakukan pengaduan masalah biaya yang yang dikeluarkan saat OSPEK. Hal senada juga diungkapkan Raditya Nugroho ketika menyoroti masalah penetapan tata tertib OSPEK oleh SC (Steering Commite) yang harus meminta tanda tangan persetujuan lagi dengan dalih data tata tertib hilang, Radit juga merasakan sikap tertutup SC ketika diberikan masukan mengenai OSPEK FT UNY 2014.

            Dalam penjelasan mengenai penugasan, Hidul mengatakan panitia sudah memikirkan matang-matang penugasan yang akan diberikan, dan diputuskan melalui musyawarah. Masalah yang dihadapi panitia ialah pendanaan, selain dana dari universitas ada juga dana sponsorship yang berguna untuk menambah dana untuk kegiatan OSPEK, diamini juga oleh Hidul, bahwa dari jus madu, panitia akan  mendapatkan keuntungan, dimana keuntungannya akan dikembalikan untuk kegiatan ospek, mengenai topi, Hidul menjelaskan bahwa itu adalah saran dari Dekan FT UNY untuk tidak membuat topi yang seperti penugasan tahun kemarin, jadi panitia memutuskan untuk mahasiswa baru membeli topi berwarna biru, dengan fungsi untuk melindungi mahasiswa baru dari panas ketika berjalan dari FT menuju GOR UNY, selain itu juga untuk menyelaraskan dengan pakaian yang digunakan oleh mahasiswa baru.

            “Secara pribadi saya memberikan nilai B untuk penyelenggaraan OSPEK tahun ini, sedangkan B+ untuk kinerja panitia Advokasi OSPEK 2014”, ungkap Ihtisyamah dalam memberikan penilaian terhadap jalannya OSPEK FT UNY 2014. Keberhasilan OSPEK tidak terletak pada setelah OSPEK selesai melainkan ketika mahasiswa baru menjadi bagian penting dari UNY tambah Hidul Arifuloh. [Nanang]