Antisosial adalah sikap seseorang yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan norma dan nilai-nilai kemasyarakatan.

 

Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) FT, merupakan fasilitas yang diberikan kampus sebagai tempat beraktifitas. Tempat dimana  mahasiswa menyalurkan bakat dan minat mereka. Bisa dikata PKM itu rumah kedua bagi mahasiswa yang aktif berorganisasi.

Awal 2014 lalu diberlakukan aturan melepas alas kaki sebelum masuk PKM, selain itu sempat diadakan kerja bakti bersih PKM bersama memperingati hari buruh. Tetapi aturan dan kebersamaan tersebut hanya berlangsung sesaat, tidak kompak, juga tidak konsisten.

Fasilitas yang harusnya dijaga untuk kepentingan bersama tidak lantas dijaga. Aktivis FT, seolah membiarkan dan cenderung merusak, dibuktikan dengan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum mahasiswa, dan itu menurut saya sikap arogan dan sombong, bahwa budaya manja dirumah dibawa sampai kampus.

Beberapa dari mereka tahu, tapi seakan melupakan kesepakatan yang dibuat, juga tidak tahu berterimakasih, atau bisa disebut antisosial. Mengapa demikian, bahwa alasan dulu mereka tidak sepakat itu tidak masuk akal dan cenderung menampilkan kebodohan, dibuat rapi dan bersih biar enak dalam berkegiatan malah tidak mau. Ini layak jadi perhatian, pertimbangan hingga tes kejiwaan.

Kebersihan Gedung PKM saat ini bisa dikatakan zero. Bila diamati gedung PKM saat ini jarang sekali disapu, ditambah lagi karena ada beberapa warga PKM yang dengan santainya mengenakan sepatu saat masuk dan keluar PKM, belum lagi sampah yang menumpuk di setiap lantai, yang lebih miris lagi keadaan kamar mandi di masing-masing lantai.

Fasilitas kamar mandi yang disediakan ternyata tidak dirawat dengan baik oleh mahasiswa, hanya ada beberapa mahasiswa saja yang peduli. Kebiasaan yang biasa terjadi mereka hanya memakai tanpa mau membersihkan. Menjadi sangat menarik karena ternyata sudah ada protes ke pihak kesekretariatan (dekanat-red).

Mereka juga menyesalkan kinerja dekanat atas respon yang lamban. Bagaimana tidak, lambatnya tidakan karena dekanat pun kecewa atas sikap mahasiswa yang tidak mau berperan serta merawat gedung PKM dengan baik.

Sebenarnya sudah ada renovasi dan perbaikan, tapi berakhir begitu saja dan terkesan sia-sia karena fasilitasnya dipakai tanpa dirawat jadi percuma, cepat atau lambat juga akan segera rusak. Sangat miris memang bila melihat kondisi gedung PKM, padahal masih tergolong bangunan baru.

Fasilitas ada, tetapi kesadarannya masih jauh dari baik. Tidak peka, itu marupakan masalah setiap mahasiswa saat ini. Selagi peraturan sudah ada, kenapa tidak dijalankan dengan baik. Ini kan juga untuk kepentingan bersama.

Perlu kiranya dikaji ulang, bahkan dibuat jadwal kebersihan perlantai, atau jadwal piket mingguan bila perlu. Kesannya PKM kotor malah penghuninya adem ayem. Harapannya kedepan agar menjadi pembelajaran dan menjadi tanggung jawab bersama.

 Liana Duwi Prahasruri