cover buku Bumi Manusia

 

Cerita Tentang Kehidupan

Oleh Farchan Riyadi

 

Judul                                       : Bumi Manusia

Penulis                                    : Pramoedya Ananta Toer

Penerbit                                  : Lentera Dipantara

Tahun terbit                           : Januari 2011 (Cetakan ke-17)

Jumlah halaman                    : 535 halaman

Dimensi                                  : 13 x 20 cm

“Jangan sebut aku perempuan sejati jika hidup hanya berkalang lelaki, tapi bukan berarti aku tidak butuh lelaki untuk aku cintai” Nyai Ontosoroh – Bumi Manusia

 

Kolonialisme sampai kapan pun akan sama saja, akan terus menimbulkan berbagai ironi kemanusian dan penderitaan. Sehingga mampu menghilangkan masa depan seseorang, hingga bangsanya. Bumi putra Indonesia, dahulu sebagai negara jajahan tidak luput dari akibat tersebut. Membuat sejarah bangsa ini harus diingat dan dicatat.

Tetapi kolonialisme juga mampu melahirkan pemikir, pahlawan dan pendiri bangsa yang muncul secara revolusioner. Sebut saja pemuda bumi putra lewat gerakan sumpah pemuda. Gerakan yang terilustrasi jelas dalam karya sastra Pramoedya Ananta Toer lewat tetralogi pulau buru, Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca.

Bumi manusia sebagai jilid pertama menceritakan tokoh Minke, Nyai Ontosoroh dan Annelies. Novel sejarah ini menceritakan generasi bumi putra masa itu yang harus berjuang demi pendidikan, penindasan belanda, serta feodalisme akibat penjajahan. Buku ini juga sempat dilarang terbit ketika Orde Baru karena dianggap manifestasi ajaran komunisme. Hingga saat ini Bumi Manusia telah diterjemahkan dalam 34 bahasa.

Minke adalah putra seorang bupati di jawa yang sedang belajar di sekolah menengah zaman Hindia Belanda. Dimana Minke merupakan seorang pelajar Hogere Burger School (HBS) yang cerdas dan pandai mengambil hati orang. Suatu ketika Minke dikenalkan dengan seorang gadis keturunan Belanda yang dimasa depan mampu mengubah masa depannya sebagai orang pergerakan.

Kemudian, Nyai Ontosoroh atau Sanikem adalah anak seorang pegawai pribumi yang bekerja pada perusahaan gula dari Sidoarjo. Minem dipaksa menjadi objek seksual dan simbol prestise pembesar Belanda Tuan Mellema, agar ayahnya dapat naik pangkat. Namun, dalam perkembangannya Sanikem mampu menjadi perempuan luar biasa, yang mampu menjalankan perusahaan pertanian besar Boerderij Buitenzorg milik Tuan Mellema. Disaat suaminya menjadi orang yang invalid Nyai Ontosoroh lah yang mampu mengambil peranan penting padahal dia adalah wanita pribumi, yang pada masanya benar-benar terdiskriminasi hebat.

Anak Tuan Mellema dan Nyai Ontosoroh adalah Annelies Mellema yang menjadi istri dan kekasih Minke. Annelies juga merupakan yang sosok cerdas, meski pada akhirnya dia meninggal karena tatanan hukum kolonial.

Cerita novel bumi manusia mengambil latar akhir abad ke-19, dimana masa itu mulai muncul gerakan untuk memerdekakan tanah bumi putra. Hanya saja bagian pertama ini masih menceritakan sosok Minke dengan dinamika masa muda dan intrik cinta kasih antara manusia.

Akhir cerita novel tidak lah begitu bahagia, dimana Minke dan keluarga Nyai Ontosoroh tidak mampu mempertahankan keberadaan Annelies. Tuntutan istri syah Tuan Mellema mengantarkan Annelies pada kematian. Namun, hal tersebut merupakan awal dari jejak langkah seorang Minke.

Sebagai sebuah novel sejarah, bumi manusia adalah layak baca dan sangat direkomendasikan bagi pecinta buku novel. Selain cerita-cerita roman banyak pelajaran tentang kehidupan serta motivasi, dan Pramoedya merangkainya begitu sempurna. Inilah karya sumbangan Indonesia untuk dunia.