Kontes Robot Indonesia (KRI) merupakan ajang tahunan yang di selenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) guna menumbuh-kembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang robotika. Adapun bidang yang dilombakan yakni Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Seni Indonesia – Robot Penari (KRSI), Kontes Robot Sepakbola Indonesia (KRSBI), dan Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) berkaki dan beroda.

        Pertandingan yang digelar Sabtu (17/5) di Universitas Semarang merupakan tahap seleksi regional III Jateng dan DIY. Terdapat 61 tim dari 21 Universitas yang siap menampilkan robot untuk mengikuti kontes ini tak terkecuali Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang mengirimkan 5 tim untuk semua kategori lomba.

        Arif Nugroho ketua tim Rosmery-KRSI menjelaskan persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari dimulai sejak semester 5 dengan seleksi proposal, kemudian mengirimkan video perkembangan robot bulan Februari 2015, lalu perakitan robot yang memakan waktu hampir 6 bulan. “Kesulitan untuk divisi saya (KRSI-red) yakni biaya, karena biaya membuat satu robot itu mahal, jadi ketika ada kekurangan tidak dapat segera teratasi sehingga harus menunggu terlebih dahulu,” ungkap Arif. Terlepas dari kendala yang dihadapi Arif mempunyai target pribadi yakni juara 1.”Secara pribadi pasti ada, targetan yaitu juara 1, untuk pembimbing secara eksplisit juga menargatkan hal yang sama,” imbuh mahasiswa program studi Pendidikan Teknik Mekatronika ini.

        Tak tanggung-tanggung dari 5 kategori yang di pertandingkan 3 diantaranya direbut oleh tim dari UNY, yakni Tim Mobo Evo-KRPAI, Tim Maestro EVO UNY – KRAI, dan Tim Romery-KRSI, sedangkan Tim Al-Aadiyaat-KRBSI mendapatkan juara harapan. TIM Robot UNY berhasil mengalahkan Tim unggulan seperti UGM dan UAD. Berdasarkan hasil tersebut maka UNY dinyatakan sebagai juara umum untuk KRI Regional III dan berhak untuk mengikuti KRI Nasional yang akan diselenggarakan di UMY pada bulan Juni mendatang.

Arif berharap adanya kesesuaian antara perkuliahan dengan arah perkembangan teknologi sehingga dapat menghasilkan riset-riset yang memudahkan dalam regenerasi tim. Arif memandang optimis untuk KRI Nasional di UMY dengan  beberapa pengalaman  hal yang telah didapat di USM, “Insya Allah optimis, lawan terberat kita ialah dari PENS. Kemarin (KRI di USM-red) kita terkendala masalah cuaca, suhu ruangan sehingga memerlukan perawatan yang khusus terhadap robot,” jelas Arif.   [Nanang]