Yogyakarta – Kamis (23/6), Perpustakaan FT UNY menyelenggarakan pelatihan bertajuk Sinau Bareng Penelusuran Informasi yang ditujukan bagi mahasiswa. Bertempat di ruang perpustakaan, acara yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini diikuti oleh 5 peserta dari berbagai jurusan. Acara yang dipandu oleh Tarto selaku staf perpustakaan lebih mengenalkan tentang Zotero dan layanan link.springer.com untuk mendapatkan berbagai materi e-book.

Zotero merupakan aplikasi gratis berbasis open source yang dapat di unduh pada zotero.org. Ada dua cara untuk menginstalnya, bisa dilakukan lewat penambahan ekstensi pada browser Mozila Firefox atau instalasi secara langsung. Dalam memudahkan pemahaman, Tarto menjelaskan bahwa prinsip kerja dari aplikasi Zotero ada tiga hal. “Mudahnya, mendownload, menyimpan dan menelusuri,” ujarnya penuh keyakinan.

Tarto juga memaparkan bahwa aplikasi Zotero menawarkan solusi untuk mengatasi salah satu masalah yang kerap dialami mahasiswa dalam pembuatan karya tulis ilmiah yakni penulisan daftar pustaka. Namun sebelumnya, perlu dilakukan terlebih dahulu pengunduhan file e-book yang bisa didapatkan pada link.springer.com atau sejenisnya lewat fitur Zotero agar tersimpan dalam perpustakaan pribadi. “Download filenya terlebih dahulu lewat Zotero, klik kanan pilih Zotero lalu  agar masuk My Library,” kata Tarto sambil mengoperasikan Zotero.

Usai mengenalkan Zotero kepada peserta, Tarto langsung mempraktikkan fitur yang ditawarkan layanan tersebut di beberapa situs seperti eprints.uny.ac.id hingga link.springer.com. Perlu diketahui, saat login di situs link.springer.com harus menggunakan akun email yang disediakan UNY agar bisa menikmati kumpulan literatur yang ada. “Harus login menggunakan akun email UNY agar bisa maksimal memanfaatkannya, karena UNY sudah bekerja sama,” paparnya sembari memandu peserta.

Lagu peringatan terlantun lewat tape, tiba waktunya untuk menyudahi kegiatan penelusuran informasi dikarenakan perpustakaan harus steril hingga pukul 13.00 WIB. Sebelum menyudahi, Tarto berpesan kepada peserta agar hasil yang didapatkan melalui acara ini dibagikan kepada mahasiswa lain. Tak hanya itu, ada informasi juga untuk mahasiswa yang sekiranya ingin menggelar acara bedah buku atau diskusi film, bisa menggunakan fasilitas perpustakaan FT UNY. “Tinggal lapor saja kepada saya, biar nanti dijelaskan lebih lanjut,” terangnya dengan senyum.

Sementara itu, bagi Nur Faturohmi selaku peserta berkomentar bahwa acara tersebut penting bagi mahasiswa karena berisi, tak sekedar bikin sensasi. “Publikasi kurang, sehingga acara yang bermanfaat ini output atau pesertanya kurang” ujarnya dengan tegas. Berbeda dengan Fatur, Rizki Safitri menanggapi juga bahwa “Dengan kemudahan dalam mendapatkan berbagai sumber literasi, harapannya masalah yang mendera mahasiswa dalam belajar dapat teratasi.” [Edwin]