Yogyakarta – Kamis (22/9) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) UNY melaksanakan acara tahunan Open House (OH) Ormawa di depan Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) FT UNY. Acara tahunan ini diselenggarakan untuk merekatkan dan memperkenalkan ormawa kepada mahasiswa umum khususnya mahasiswa baru angkatan 2016.

Berbeda dari acara tahun sebelumnya, Open House kali ini terdapat sesi diskusi dari beberapa jajaran penting birokrasi UNY. Seperti Wakil Rektor II UNY, Wakil Dekan II FT UNY dan Wakil Dekan III FT UNY. Sesi tanya jawab dengan Wakil Rektor II pada jam 11 dibuka dengan 2 orang yang bertanya.

Salah satu mahasiswa menanyakan beberapa pertanyaan tentang transparansi UKT. Seperti yang sudah diketahui, bahwa UKT tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun mahasiswa menilai belum ada kejelasan jumlah prosentase tiap lapisan UKT. Apakah adanya kebijakan penurunan UKT, penarikan uang penggunaan fasilitas UNY (GOR, Auditorium dan lain-lain) untuk kegiatan mahasiswa UNY, dan arah dana dari peminjaman fasilitas tersebut, serta klarifikasi adanya tanda tangan diatas materai (tidak akan menurunkan UKT) yang dilakukan mahasiswa baru angkatan 2016 sebelum keluarnya jumlah UKT yang mereka terima.

“Transparansinya kami ada tentang sekian itu berapa, hanya tidak kami publish. Apalagi transparansi masalah keuangan, informasi tentang masalah nilai itu ngga boleh setiap orang saling mengintai. Itu ngga boleh, ” ujar Wakil Rektor  II UNY menjawab adanya transparansi UKT tersebut. Untuk prosentase ditiap program studi tidak dapat dilakukan karena UKT hanya dihitung prosentasenya secara universiter.

Untuk pengajuan penurunan UKT beliau menjelaskan bahwa penurunan UKT diproses melalui survei melalui kriteria penilaian yang telah ditentukan.Sedangkan penarikan uang tersebut digunakan untuk perawatan kebersihan fasilitas UNY itu sendiri.

“Minimal biaya untuk itu satu juta. Jadi uang satu juta-satu juta itu untuk operasional perawatan dan sebagainya, ” jawab Wakil Rektor II.

Menjawab pertanyaan terakhir mengenai klarifikasi adanya tanda tangan diatas materai bagi mahasiswa baru angkatan 2016 sebelum keluarnya jumlah UKT yang mereka terima. Beliau mejawab dengan buru-buru karena akan ada tugas lain.

“Klarifikasi UKT 2016 sama, kami menggunakan penilaian yang sama, prosentasenya ada yang golongan 1, golongan 2, golongan 3 hingga peringkat 7. Peringkat 7-nya FT beda dengan peringkat 7-nya FMIPA, terutama Kimia. Karena mereka mahal saat beli reagen, ” ujar WR II  UNY menutup diskusi tersebut.

Radoza Agatama, salah satu mahasiswa yang bertanya menyayangkan kedatangan WR II yang dimajukan di jam-jam mahasiswa FT yang sedang kuliah. Sehingga tidak dapat menyalurkan aspirasinya dalam agenda tersebut. [Pican]