Sabtu (9/10) – Sudah tiga bulan yang lalu, pedagang kaki lima yang biasanya berjualan di sepanjang Jalan Lembah UGM, samping Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta direlokasi di lahan rumah sewa milik Desa Caturtunggal. Relokasi ini dilakukan karena adanya perbaikan jalan dan trotoar yang dulunya mereka tempati untuk berjualan.

“Pemindahannya karena ada perbaikan jalan dan trotoar ,“ ujar Dwi salah satu pedagang.

Para pedagang awalnya tidak keberatan dengan relokasi tersebut, sebab hal itu telah menjadi keputusan bersama warga dusun setempat. Namun di sisi lain mereka merasa dirugikan karena omzet yang mereka dapatkan menurun dibanding di lokasi lama, karena lokasi baru yang agak kumuh dan kurang strategis. Ditambah lagi dengan adanya biaya sewa lahan sebesar 6,5 juta per tahun yang dirasa memberatkan.

“6,5 juta itu untuk sewa lahannya saja yang luasnya 4 meter persegi, sedangkan tenda dan listrik dari anggaran kami sendiri,” ujar Yatno salah satu pedagang. Biaya sewa tersebut dibayarkan kepada pemilik asrama sekitar lokasi pedagang berjualan. Sementara itu, tanggapan konsumen terkait relokasi tersebut bermacam-macam, ada yang sepakat namuan ada juga yang lebih suka dengan tempat lama. [Galuh Pitaloka]