Mahasiswa terdampak Covid-19, FT UNY bergerak membuat posko bantuan logistik

Pandemi virus Covid-19 yang melanda Indonesia menyebabkan berbagai dampak terhadap masyarakat. Salah satu diantaranya adalah para mahasiswa FT UNY berstatus sebagai perantau dan tidak dapat pulang ke kampung halaman. Masalah yang dialami mahasiswa saat ini adalah mulai sulitnya mencari makanan dan sembako karena para penjual tersebut memilih menutup sementara usahanya akibat pandemi ini.

Melihat dari kondisi tersebut UNY pun bergerak untuk membantu beberapa mahasiswanya yang terkena dampak dengan memberikan bantuan logistik untuk mereka. Salah satunya adalah Fakultas Teknik yang mendapatkan kuota bantuan logistik sebanyak 31 mahasiswa. Menurut Fikri selaku ketua BEM FT UNY, jumlah tersebut dinilai terlalu sedikit dibandingkan dengan jumlah responden dari mahasiswa FT yang membutuhkan. Kemudian BEM FT bersama UKMF KPALH Carabiner dengan persetujuan wakil dekan III FT UNY memutuskan untuk membuat Posko Bantuan Logistik FT UNY. Posko tersebut bertujuan untuk menyalurkan bantuan logistik kepada seluruh mahasiswa FT yang membutuhkan selama masa pandemi ini.

Menurut Jamal sebagai ketua pelaksana Posko Bantuan Logistik FT UNY, terdapat 129 mahasiswa FT UNY yang tercatat tidak dapat pulang ke kampung halaman dan berhak mendapatkan bantuan. Posko tersebut mendapat dana dari iuran dosen dan pegawai FT UNY sebanyak 220 orang dengan target anggaran terkumpul sebanyak Rp.22.000.000. Saat ditemui di KPLT FT UNY yang digunakan sebagai posko, Jamal menyampaikan bahwa dana yang diterima sampai tanggal 2 April 2020 sebanyak Rp.5.150.000.

Baca Juga:
Bersama Melawan Covid-19: Kesadaran Setiap Individu Menjadi Kunci Utama

Bantuan yang diterima mahasiswa adalah paket logistik yang berisi 1 kg beras, empat butir telur ayam, gula pasir 250 gr, dua bungkus mie instan, dua bungkus penyedap rasa, minyak goreng 250 ml, satu bungkus kecap manis, dua buah jeruk, serta satu buah masker kain. Paket bantuan logistik tersebut disalurkan kepada mahasiswa dengan mendatangi KPLT FT UNY yang digunakan sebagai poskonya. Sebelum mahasiswa mendapatkan paket bantuan tersebut, tim Posko bantuan Logistik FT UNY telah membuat prosedur pengambilan logistik. Prosedur tersebut diantaranya mewajibkan mahasiswa yang datang untuk mencuci tangan dengan sabun yang telah disediakan, memeriksa suhu tubuh dengan thermometer laser, menyemprotkan desinfektan ke tangan dan kaki, serta mengisi presensi dengan menunjukkan kartu tanda mahasiswa.

Target pelaksanaan posko bantuan tersebut dilaksanakan selama 15 hari terhitung sejak 2 April sampai 17 April 2020. Jadwal pengambilan bantuan logistik terbagi menjadi dua kloter dan setiap kloter dibatasi hanya dua jurusan per harinya, kloter pertama untuk jurusan elektronika dan pendidikan teknik sipil sementara kloter kedua untuk jurusan pendidikan tata boga dan busana serta pendidikan teknik otomotif. Maksud pembagian kloter tersebut menurut Jamal agar tak terjadi penumpukan jumlah antrian penerima di posko serta mengantisipasi adanya penyebaran virus Covid-19 dengan menerapkan prosedur keselamatan serta melaksanakan imbauan social distancing.

Adapun kendala yang dialami untuk kegiatan tersebut menurut Jamal terletak pada anggaran yang didapatkan masuk kepada tim posko secara bertahap karena hanya mengandalkan iuran pegawai sehingga pendistribusian bantuan juga harus dilaksanakan bertahap, selain itu ketersediaan logistik yang ada di pasar juga sulit didapatkan terutama pada buah-buahan. Jamal menambahkan harapannya posko bantuan mahasiswa FT UNY juga dapat diikuti oleh fakultas lain yang ada di UNY. Selain itu, Ia juga berharap dapat membuka dapur umum atau memberikan pinjaman kompor dan alat masak untuk mahasiswa apabila dana, waktu dan kesanggupan tim posko memenuhi.

Baca Juga:
Benarkah Kuliah Online Menjadi Solusi Saat Pandemik Corona Melanda?

Di FT UNY kegiatan serupa juga dilakukan oleh mahasiswa jurusan teknik mesin dan jurusan teknik elektro dengan membagikan bantuan logistik kepada mahasiswa jurusan masing-masing. Melalui wawancara media daring ­whatsapp, Alif selaku penanggung jawab kegiatan bagi-bagi bantuan logistik dari jurusan Teknik mesin menyampaikan, “Bantuan kemanusiaan berupa pembagian sembako dan kebutuhan pokok buat mahasiswa Mesin FT UNY ini merupakan bentuk dan upaya kita dari pihak jurusan, Himpunan Mesin beserta para perwakilan Mahasiswa untuk membantu sesama mahasiswa yang masih bertahan dikost dan kontrakan”.

Sementara di jurusan teknik elektro terdapat kegiatan Lung Tinulung yang merupakan inisiatif dari Syarif Deva sebagai mahasiswa jurusan teknik elektro sekaligus juga penanggung jawab kegiatan tersebut untuk memberikan bantuan kepada teman-temannya. “Awal terbentuknya kegiatan ini sebenarnya terinspirasi dari BEM UNY, kemudian saya follow up ke himpunan. Namun jujur, karena lambatnya respon temen temen saya berinisiatif sendiri dengan memulai memberikan bantuan ke temen sekelas. Kemudian beberapa temen temen ingin ikut andil maka dari itu saya bentuk posko ini”, ujar Deva melalui wawancara media daring whatsapp.

Oleh Danang Bakti Kuncoro