Kaderisasi merupakan mutlak dalam organisasi. Kaderisasi juga berperan penting dalam menentukan kelanjutan organisasi. Tanpa adanya kaderisasi, organisasi akan mengalami kebekuan atau bahkan kematian.  

 Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Teknik (DPM FT) merupakan lembaga legislatif tingkat fakultas, bertugas menjadi mediator antara mahasiswa dengan pihak birokrasi. Selain itu, bertugas juga mengawasi kinerja badan eksekutif seperti BEM dan HIMA.

Layaknya organisasi pada umumnya, DPM FT juga melakukan kaderisasi mencari anggota yang mampu mewujudkan visi dan misinya. Tahun ini, DPM kembali membuka pendaftaran bagi mahasiswa yang ingin bergabung. “Saya ingin menguji apakah mahasiswa FT yang masuk ormawa memang benar hanya ingin eksis, pengen mengadakan event terutama ospek, pengen dilihat oleh orang, dan pengen terlihat keren di depan umum. Dan hasilnya memang benar, mereka tidak mempunyai niat dalam pelayanan yudikatif dan alokatif,” ujar Qodria Nugraha Maharliarga.

Terdapat dua metode penjaringan anggota, pertama sistem penjaringan dilakukan dengan sistem turun-temurun, dimana DPM merekrut anggota dari perwakilan tiap ormawa. Sistem ini diterapkan karena DPM memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mengelola ormawa. Perwakilan tiap ormawa dapat membantu DPM dalam menentukan kebijakan, karena setiap ormawa memiliki ciri khas masing-masing. Pendaftaran ini dilakukan dengan cara door to door ke tiap ormawa melalui KPU. Namun, kurangnya partisipasi anggota ormawa terhadap DPM menyebabkan sistem ini tidak berjalan secara maksimal. Kemudian, kedua adalah pendaftaran independen, yaitu pendaftaran yang ditujukan untuk mahasiswa yang tidak termasuk anggota ormawa. Pendaftaran ini telah dibuka saat pemilwa.

Syarat calon anggota harus memiliki pengalaman organisasi minimal satu tahun. Selain persyaratan tersebut Qodria Nugraha Maharliarga mengungkapkan bahwa penjaringan anggota tidak lagi melihat tingkat semester calon anggota tersebut. Dia beranggapan bahwa mahasiswa semester atas belum tentu lebih dewasa dari mahasiswa semester bawah. Maka dari itu Ia berniat merekrut anggota dari berbagai tingkat semester, karena begitu masuk mereka akan belajar bersama mulai dari nol.

Prosedur pendaftaran anggota baru dimulai dengan mengambil formulir di sekretariat DPM lalu mengisi dan mengumpulkannya. Tahap selanjutnya yaitu wawancara. Dalam tahap ini penyeleksi terdiri dari ketua dan pengurus yang ditunjuk untuk dapat melihat dan menilai secara langsung kriteria calon anggota.  Hingga kini jumlah pendaftar belum dapat ditetapkan. Namun, jika dilihat dari jumlah persentase peminat, pendaftar tahun ini mengalami peningkatan.. DPM sendiri tidak memberikan batasan, walaupun idealnya 20 orang. “Saya optimis DPM setelah saya akan lebih bagus, peminatnya banyak, dan harapan saya seluruh anggota DPM bisa meningkatkan keaktifannya dalam memajukan DPM,” Qodria Nugraha Maharliarga menambahkan.

 Oleh Ayu Parameswara, Wahidatun Nurul Azizah