Oleh: Rizky Yunita Saritips-konsentrasi

        Apakah kamu seseorang yang susah konsentrasi? Sering melamun? Malas belajar? hal ini merupakan masalah yang sering kali melanda pelajar atau mahasiswa terutama pada pelajaran yang kesulitannya tingkat dewa. Dalam kamus bahasa Inggris konsentrasi berasal dari kata concentrate, yang berarti memusatkan.

        Oke, kita lihat melalui pengertiannya. Apakah kamu tipe orang yang menganggap konsentrasi sebagai proses pemusatan pikiran kepada suatu objek tertentu? Hal tersebut nggak salah sih, tapi pengertian itu akan menimbulkan pengertian lain yang mana jika kamu sedang berkonsentrasi, seluruh panca indera dan pikiranmu akan terfokus pada satu objek. Mata dan telinga khususnya, tidak boleh difokuskan pada hal lain, pikiran pun tidak boleh mengingat masalah lain. Padahal, jika kamu melakukannya, hal-hal tersebut jauh lebih menganggumu. Satu contoh, kamu sedang belajar tetapi terdengar suara musik keras dari tetangga sebelah, kamu akan marah? Kamu akan berusaha untuk menutup telinga? Sebenarnya hal itu akan sia-sia karena dengan semakin kamu menghindarinya, suara itu akan semakin keras saja apalagi kamu tidak menyukai suara itu.

        Lalu bagaimana konsentrasimu jika sedang melakukan hobi? Mengkhayal, nonton film, main game, main musik atau apalah itu, terkadang dunia seakan milik berdua, benarkah? Dipanggil pun terkadang tak mendengar, diajak ngobrol teman nggak tahu apa yang dibicarakan yang akhirnya kamu akan bertanya, “ngomong apa tadi?” Memang jika berkaitan dengan hobi, konsentrasi akan hadir dengan mudahnya. “Tapi mengapa jika belajar tidak? Padahal aku ingin berubah dan berhasil?” Itulah kata-kata yang sering kali terdengar dari lubuk hati seorang pelajar atau mahasiswa. Sebenarnya konsentrasi itu muncul karena di saat kamu melakukan kegiatan yang berkaitan dengan hobi, kemauan dan pikiranmu terfokus pada hal itu. Selain itu, kunci pokoknya adalah kamu menikmati hal itu. Kamu sulit konsentrasi dalam belajar karena kamu belum menikmatinya. Padahal jika kamu menikmatinya belajar pun menjadi hal yang menyenangkan. Pelajaran yang kurang disukai, sulit maupun guru atau dosen pelajaran itu menyebalkan, sekejab akan hilang jika kamu menikmati proses belajar itu.

        Ada cara lain sih yang mungkin dapat membantumu, pencegahan, seperti yang banyak dikatakan orang “pencegahan lebih baik daripada mengobati,” yaitu melalui pendekatan mental. Sebenarnya cara ini merupakan salah satu dari sekian cara mengatasi gangguan konsentrasi. Pertama, coba bangkitkanlah selalu kemauan yang kuat untuk melakukan segala hal yang positif, selalu berusaha keras untuk tetap tenang dalam menghadapi segala masalah, bangunlah sikap mental yang positif, seperti sabar, ulet, konsisten, dan percaya diri, buang jauh-jauh segala sikap mental negatif, seperti mudah putus asa, pendirian mudah berubah, menyendiri dan melamun tidak tentu arah, selalu terburu-buru, dan sikap mental negatif lain yang akan melemahkan daya konsentrasi, terakhir libatkan dirimu pada berbagai macam kegiatan positif yang dapat memperkuat daya konsentrasi, contohnya kegiatan spiritual dan jenis olahraga yang mengandung latihan konsentrasi seperti catur, beladiri tenaga dalam, dan yoga.

        Banyak cara memang, tapi ingatlah kunci konsentrasi yang sebenarnya itu terletak pada kenikmatan. Mulailah nikmati setiap kegiatan belajarmu. Semangat!

        Sumber referensi: Hakim, Thursan. 2002. Mengatasi Gangguan Konsentrasi. Jakarta: Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara.