Nama Film Guru Bangsa Hos Tjokroaminoto
Sutradara Garin Nugroho
Durasi 160 menit
Tahun terbit 09 April 2015
Genre

Sejarah, Biografi

 

 

       

           “Evolusi dan Revolusi itu hanya R yang membedakan, dan R itu adalah Rakyat”.Sebuah kata yang terlontar dari Hos Tjokroaminoto ketika berbincang dengan KH. Agus Salim saat perpecahan pada kongres sarikat islamdalam film Guru Bangsa Hos Tjokroaminoto.

        Film yang di sutradarai oleh Garin Nugroho  ini mengajak penonton untuk mengenal kehidupan Hos Tjokroaminoto semasa hidupnya. Dimulai saat ia dihukum guru karena kejahilan terhadap siswa lain. Kemudian saat beranjak dewasa dan menikah dengan Suwarsini sampai dikarunia anak, dan hijrah untuk menemukan jawaban atas kegelisahan yang dirasakan.

        Kehidupan Hos Tjokroaminoto sendiri dapat dikatakan sederhana namun punya intelektual dan gagasan yang tinggi, kedua orang tuanya apakah buruh dari pabrik karet yang dimiliki bangsa Belanda. Tjokroaminoto juga pernah bekerja di pabrik karet sampai suatu ketika ia emosi karena melihat penindasan yang dilakukan oleh orang Belanda terhadap penduduk pribumi, mereka diperlakukan seperti budak di rumah sendiri. Kemudian memutuskan untuk hijrah bersama sang istri untuk mendirikan komunitas-komunitas, dan berjuang bersama rakyat.

        Berlatar belakang tahun 1900-an dan dengan interior jaman daluhu mulai dari tata busana, transportasi, dan setting tempat membuat penonton terbawa suasana klasik dan menimbulkan kesan bahwa hal tersebut berhasil menggambarkan kejadian di masa itu. Sayangnya, penggunaan bahasa campuran jawa, inggris, belanda pada tokoh membuat kesan yang kurang baik di telinga penonton.

        Penonton akan disuguhkan banyak pesan moral dari berbagai percakapan atau tindakan yang dilakukan oleh Tjokroaminoto. Film ini juga dapat membangkitkan rasa nasionalisme dari perjuangan Hos Tjokroaminoto saat melihat buruh ditindas, menjadi inisiator terbentuknya Sarekat Dagang Islam (berubah nama menjadi Sarekat Islam) di berbagai daerah di Jawa dan perjuangan ia ke Semarang, Pekalongan, Surabaya, Surakarta, dan beberapa tempat di Jawa Timur.

        Sangatlah pantas jika film ini diberi judul Guru Bangsa Hos Tjokroaminoto, karena Hos Tjokroaminoto sendiri adalah pembuat organisasi pertama di Indonesia yakni Budi Utomo dan berhasil menangani berbagai permasalahan genting yang terjadi di Jawa, bahkan ia di elu-elukan sebagai raja tanpa mahkota. Selain itu ia juga menjadi guru bagi beberapa orang yang berperan penting dalam kemajuan bangas seperti Soekarno, Kartosuwiryo, Simaoen, KH. Agus Salim, dan Sosro.

        Film ini sangat layak untuk di konsumsi oleh pelajar dan mahasiswa selain ceritanya dapat menambah semangat untuk mencintai sejarah bangsa Indonesia juga memberikan wawasan tersendiri terhadap apa yang belum di ketahui dari cerita-cerita Hos Tjokroaminoto, serta dapat memotivasi untuk menjadi seorang pemimpin guna mengubah bangsa ke arah yang lebih baik.

 

Penulis : Nanang Yuniantoro