Lebaran hanya tinggal hitungan hari, berbagai ciri khas lebaranpun siap kita temui. Ada beberapa tradisi yang sudah seperti kewajiban di tengah masyarakat setiap tiba hari raya umat Islam ini, salah satunya adalah ketupat atau kupat. Kupat seakan sudah menjadi ikon hari lebaran. Banyak yang menganggap kupat hanya sebagai pelengkap hidangan saat lebaran, sebagai peneman opor supaya terasa lebih nikmat, seperti Cinta yang melengkapi Rangga. Ternyata makna kupat lebih dari itu, bukan hanya sebagai pelampiasan nafsu setelah sebulan berpuasa, namun ada makna yang lebih dalam.

Kupat pertama kali dikenalkan kepada masyarakat Jawa oleh Sunan Kalijaga sekitar tahun 1400 Masehi. Dalam Bahasa Jawa, kupat diartikan sebagai ngaku lepat yang berarti mengakui kesalahan. Sehingga kupat dimaknai sebagai simbol pengakuan kesalahan, ini erat kaitannya dengan lebaran, dimana saat itu masyarakat saling bermaaf-maafan dan mengakui semua kesalahannya. Ada juga pendapat bahwa tradisi kupatan berasal dari Bahasa Arab, yaitu kaffatan (red-sempurna) yang mengalami perubahan bunyi menjadi kupatan. Dari situlah banyak yang memaknai tradisi kupatan sebagai simbolisasi berakhirnya bulan puasa, dimana telah menandai kesempurnaan di dalam kehidupan individu dan masyarakat.

Selain bermakna ngaku lepat, dalam Bahasa Jawa kupat juga dimaknai sebagai laku papat yang berarti empat perbuatan. Empat perbuatan yang dimaksud adalah perbuatan dalam perayaan hari raya, yaitu lebaran, luberan, leburan, dan laburan.

Lebaran berasal dari kata lebar yang berarti usai. Ini menandakan sudah berakhir atau usainya bulan puasa. Banyak juga yang memaknai lebaran dengan telah dibuka lebarnya pintu ampunan oleh Sang Maha Pengampun.

Luberan bermakna meluber atau melimpahnya rezeki sebagai simbol ajaran bersedekah kepada yang kurang mampu. Makna luberan diaplikasikan dengan mengeluarkan zakat fitrah menjelang tibanya hari lebaran yang dimaknai sebagai wujud kepedulian kepada sesama.

Leburan berasal dari kata lebur yang berarti habis atau melebur. Maksudnya, pada momen lebaran setiap salah dan dosa yang ada pada diri setiap manusia akan habis atau lebur. Sebab saat itu setiap orang diharuskan untuk saling maaf memaafkan satu sama lain.

Laburan berasal dari kata labur atau kapur. Seperti yang kita ketahui, kapur adalah zat yang dapat menjernihkan air. Kapur juga biasa digunakan sebagai pemutih dinding. Hal ini dimaksudkan supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir maupun batin satu sama lain.

Bukan hanya kupatnya saja yang sarat akan makna, bahkan bungkus ketupat yang terbuat dari daun kelapa muda atau biasa disebut janur juga memiliki makna yang mendalam. Janur berasal dari kata sejatine nur atau sejatinya cahaya. Ini diartikan bahwa manusia telah mencapai keadaan suci setelah mendapatkan pencerahan cahaya selama bulan puasa. Ada juga yang mengartikan janur dengan Bahasa Arab, dimana terdiri dari kata jannah (red-surga) dan nur (red-cahaya). Dengan begitu diharapkan manusia akan selalu diterangi oleh cahaya surga setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh.
Itulah makna ketupat atau kupat yang belum diketahui oleh banyak orang. Setelah kamu mengetahui arti ketupat, apakah kamu masih menganggapnya hanya sebagai pelengkap hidangan saat lebaran saja?