Jumat (28/10) Mahasiswa UNY yang tergabung dalam Aliansi UNY Bergerak merayakan hari sumpah pemuda dengan suasana berbeda. Mereka melakukan aksi bertema “Jum’at Bersama Pak Rochmat”. Aksi dimulai pukul satu siang mengenakan dresscode almamater serta membawa ronte-ronte, mereka berkumpul di depan Student Center UNY kemudian berjalan menuju Gedung Rektorat.

Suasana terik tak mematahkan semangat mereka walaupun jumlah masa sedikit, selang beberapa saat kemudian Fakultas Pendidikan membawa puluhan pasukan sehingga suasana semakin panas. Dalam aksi tersebut mereka melakukan orasi diwakilkan oleh para petinggi organisasi mahasiswa seperti ketua BEM dan DPM, ikrar sumpah pemuda dan diselangi dengan menyayikan lagu dara juang yang dulu sempat dilarang. Dalam aksi ini mahasiswa menuntut kesepakatan dengan birokrasi untuk beberapa permasalahan yang sedang terjadi. Berikut tuntutan aliansi UNY pada Birokrasi:

  1. Memperbaiki sistem UKT yang tidak proporsional;
  2. Menolak represifitas birokrasi atas kebebasan berekspresi mahasiswa;
  3. Menghentikan larangan penggunaan sistem pemerintahan republik mahasiswa;
  4. Menolak intervensi berlebihan birokrasi pada PEMILWA UNY 2016;
  5. Mempertimbangkan aspirasi mahasiswa dalam proses pemiihan rektor UNY.

Namun sayang, upaya aksi mereka belum membuahkan hasil mengingat Rochmat Wahab selaku rektor UNY sedang tidak ada di tempat. Pihak staff ahli, Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan, dan birokrasi lainnya memilih bungkam, enggan menanggapi aksi tersebut. Akhirnya masapun memutuskan untuk membubarkan diri pada pukul 16.00.