Senin (18/05), tagar #UNYBERGERAK yang menggema di Twitter tengah menjadi trending topik Nomor 1 di Indonesia.Tercatat hingga saat ini, lebih dari 8000 orang telah mencuitkan hal ini.

Gerakan tagar #UNYBERGERAK ini awalnya merupakan inisiasi dari beberapa mahasiswa dari seluruh Fakultas di UNY yang menganggap bahwa peraturan mengenai pemotongan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) sangat rumit dan bertele-tele.

Fikri Maulana, Ketua BEM FT UNY ketika dihubungi via WhatsApp oleh Wartafeno.com menyebut bahwa aksi ini merupakan aksi pertama dari dua aksi yang akan dilaksanakan oleh BEM KM UNY.

“Untuk saat ini, kita main dua jalur. Jalur pertama adalah dengan mencoba berkomunikasi dengan jajaran birokrasi, dan kedua adalah dengan propaganda seperti di twitter menggunakan twibon atau keresahan mahasiswa itu”, tulis Fikri

Lebih lanjut dia juga menuturkan bahwa dengan cara mempopulerkan tagar #UNYBERGERAK diharapkan mampu memancing perhatian dari jajaran birokrasi UNY.

“Untuk jalur keresahan lewat twitter ini tujuan besarnya agar dapat perhatian lebih dari pihak birokrasi”, ungkapnya

Baca Juga :

Soal Prosedur Keringanan UKT, Mahasiswa UNY: Prosesnya Terlalu Berbelit dan Birokrati

Hingga berita ini dimuat, mahasiswa telah mencuitkan beragam hal, mulai dari menuntut adanya pemotongan UKT hingga meminta adanya transparansi dana oleh pihak birokrasi sesuai dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2017 tentang Statuta Universitas Negeri Yogyakarta Bab IX Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pasal 106 dan pada poin 4 yang berisi “Pengelolaan keuangan dilaksanakan berdasarkan prinsip efisiensi, kefektifan, transparasi, dan akuntabel”.

Selain itu juga, mahasiswa mencurahkan beragam keluh kesah di tengah pelik pandemic seperti dicuitkan oleh akun @mahasiswauenyeh “Pandemi gak tau sampai kapan, resesi di depan mata. Di banyak keluarga, krisis sudah dirasakan. Sedangkan kampus mau kita tetep bayar UKT”.

Hal serupa juga dilakukan oleh akun @vrgas_ dalam cuitanya dia menulis “Bapakku mung wong tani, entuk UKT gol V. Saiki wis corona, UKT tetep ngono??? Dikiro ngeduk sekole mah metu duit (Bapaku petani, dapat UKT golongan V. Sekarang corona, UKT tetep segitu?? Dikira kalau mencangkul tanah bakal keluar uang”.

Reporter: Ade Listanto, Nia

Penulis: Teguh, Nia

Editor: TeguhPerdana