Jumat (3/7), Sejumlah peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UNY Bergerak, sejak pukul 09.00 pagi telah menggelar demonstrasi di halaman depan pintu rektorat Universitas Negeri Yogyakarta.

Sedianya, pada aksi kali ini, peserta aksi akan menyuarakan tujuh tuntutan kepada pihak rektorat, diantaranya adalah:

  1. Potong UKT dan SPP Seluruh Mahasiswa (D3, D4, S1, S2 dan S3) UNY semester gasal 2020/2021 minimal 50%.
  2. Transparansi pendapatan dan penggunaan anggaran UNY selama pandemi Covid-19.
  3. Memberi kemudahan dan kejelasan sistem PK-KKN di masa pandemic Covid-19.
  4. Menuntut adanya subsidi untuk KKN sebesar Rp1.000.000,00 per mahasiswa selama masa KKN berlangsung.
  5. Menuntut adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) pembelajaran daring yang jelas dan efektif.
  6. Memperjelas sistem magang dan menjamin jurusan telah memiliki jejaring dengan instansi/lembaga /perusahaan yang berkaitan dengan kompetensinya masing-masing.
  7. Serta menuntut adanya regulasi pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual di UNY.

Baca Juga:
Ramai Tagar #UNYBERGERAK, Rektor UNY : Semua Transparan

Selain tuntutan, peserta aksi pun meminta agar pihak rektorat bersedia menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait tuntutan tersebut. Karena menurut Humas Aliansi UNY Bergerak,  dengan hal tersebut, mereka jadi memiliki jaminan bahwa tuntutan akan dikabulkan.

“Yang kami inginkan juga dalam aksi kali ini adalah penandatangan MoU tuntutan sebagai jaminan rektor akan melaksanakan tuntutan tersebut.” Ungkap Humas Aliansi Mahasiswa UNY Bergerak.

Aksi tidak berjalan mulus

Meski telah mematuhi standar protokol kesehatan seperti menggunakan masker serta menjaga jarak, nyatanya aksi inipun tidak berjalan sesuai yang direncanakan.

Peserta aksi yang mulanya telah merencakan untuk dapat bertemu rektor UNY pun hanya bisa gigit jari. Hal tersebut terjadi karena pihak keamanan menghalangi sehingga pada akhirnya mereka hanya tertahan di depan gerbang rektorat. Dan sebagai gantinya, mereka ditemui oleh Wakil Rektor 3 Anik Gufron dan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Sumaryanto.

Dalam jawabanya terhadap tuntutan yang dilayangkan, Anik berdalih bahwa penandatanganan nota kesepaham tidak perlu dilakukan karena menurutnya, tuntutan yang dilayangkan pada hari ini telah banyak yang direalisasikan oleh pihak rektorat.

“Saya kira tidak usah tanda tangan, karena kami sudah melakukan (realisasi), dengan contoh sudah menyebarluaskan berita acara Rapim (Rapat Pimpinan) yang diikuti oleh BEM KM UNY, termasuk menyebarluaskan hasil ke publik (media massa)” Ujar Anik Gufron.

Lebih lanjut, Anik pun menegaskan bahwa pihak rektorat siap melaksanakan tuntutan yang disuarakan oleh mahasiswa UNY.

Baca Juga:
Soal Prosedur Keringanan UKT, Mahasiswa UNY: Prosesnya Terlalu Berbelit dan Birokratis

Hingga berita ini diterbitkan, kurang lebih 30 mahasiswa Aliansi UNY Bergerak masih melakukan aksi di depan gerbang rektorat dengan beragam orasi dan diselingi oleh musikalisasi puisi serta live musik. Karena menurut Humas Aliansi UNY Bergerak, mereka akan tetap melangsungkan aksi hingga pihak rektorat mau menandatangani nota kesepahaman atas tuntutan yang mereka layangkan.

Selain itu, Humas Aliansi UNY Bergerak pun menegaskan bahwa akan ada aksi lanjutan apabila tuntutan ini tidak segera dikabulkan.

Penulis: Angga

Reporter: Malik dan Angga

Editor: Teguh Perdana