(17/12) mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (FT) melakukan pemilihan wakil mahasiswa yang akan memimpin organisasi mahasiswa baik di tingkat jurusan, fakultas, dan universitas. Pemilihan dilakukan sejak pagi dan ditutup hingga jam lima sore. Komisi Pemilihan Umum (KPU) tahun ini mencetak kertas suara lebih banyak dari tahun lalu melihat tahun ini aspirasi mahasiswa FT dalam pemilwa meningkat. Sampai satu jam sebelum penutupan, dari sekitar 5500 mahasiswa aktif FT UNY, sekitar 1500 mahasiswa FT telah menyalurkan aspirasinya.

     KPU kembali mempublikasikan keputusan baru yang berkaitan dengan calon ketua dan calon wakil ketua BEM FT UNY nomor 2 yang akhirnya batal didiskualifikasi dengan cara mengganti calon wakil ketua. KPU mencoba semaksimal mungkin untuk mempublikasikan dengan cara berkeliling masing-masing jurusan. Keputusan tersebut membawa dampak positif yaitu membuat mahasiswa yang awalnya tidak bersemangat mencoblos menjadi bersemangat kembali untuk menyalurkan aspirasinya.

     Meningkatnya aspirasi mahasiswa juga didasari oleh beberapa hal, seperti mulai meningkatnya kesadaran mahasiswa untuk memilih siapa wakil mereka selama satu tahun kedepan, kemudian semangat calon ketua dan wakil ketua BEM yang menarik minat mahasiswa. Tidak terdapat kendala yang cukup berarti pada pemilihan kali ini. Hanya beberapa kendala kecil seperti jumlah panitia yang kurang sehingga sedikit kewalahan dengan jumlah pemilih. “Walaupun kewalahan tapi ya seneng karena banyak yang nyoblos,” ujar Rohmat Munasikhin selaku ketua KPU. Ia juga mengatakan untuk pemilwa tahun depan diusahakan supaya permasalah-permasalahan seperti tahun ini tidak terulang kembali.

      Dibalik suksesnya pemilwa tahun ini, ada hal yang cukup unik yang perlu disorot. Selain berubahnya kandidat wakil BEM FT Nomor urut 2, mahasiswa FT untuk angkatan 2011 ke atas dituntut untuk menuliskan namanya manual di lembar kosong. Disini KPU tidak mempermasalahkan hal sepele ini, karena salah seorang petugas jaga Tempat Pemilihan Suara (TPS) menyatakan target untuk pemilihan dalam pemilwa yakni 2012 ke bawah. Namun di pihak lain, mahasiswa angkatan 2011 di salah satu celotehannya di sosial media harus mengelus dada karena diperlakukan istimewa oleh KPU.

     FT sebagai fakultas yang memiliki mahasiswa terbanyak dari fakultas lain semestinya mampu mengayomi seluruh angkatannya demi kemajuan mahasiswa teknik. Yang perlu digarisbawahi pencoblosan tahun ini terkesan mengangkat sebagian angkatan dari seluruh angkatan, padahal angkatan atas juga berhak menyalurkan aspirasinya di pemilwa sebagaimana spanduk KPU yang terpajang di pintu menuju kantin kejujuran “Mahasiswa Aspirasikan Suaramu”. Kalimat ini tentunya diperuntukan bagi seluruh angkatan, bukan untuk mahasiswa angkatan baru. Terlepas dari kisah unik diatas, proses pemilwa tergolong kondusif dan mampu menarik minat mahasiswa jauh lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.  [Justine, Said]