DSC00053

 

          Minggu(25/1), Lembaga Pers Mahasiswa Pendapa Taman Siswa gelar serangkaian acara Pendapa Peduli yang bertempat di Jogja National Museum. Anggita Apriansa selaku ketua pelaksana menjelaskan kegiatan ini terlaksana sebagai bentuk kepedulian kawan Pendapa terhadap sesama, karena belakangan ini begitu banyak bencana yang terjadi di Indonesia seperti tanah longsor di Banjarnegara.

      Adapun serangkaian acara ini yaitu musikalisasi puisi, pemutaran dan diskusi film Bronto Laras yang bekerjasama dengan BPPM Balairung UGM, Sanggar Tari, dan penampilan band. “Untuk sarasehan budaya kami menghadirkan Mbah Mangun sebagai budayawan Jogja, dan ada Mas Fathoni alumnus UIN Suka sebagai pembuat film Bronto Laras, kami juga mengajak rekan-rekan UKM kampus Tamansiswa untuk mengisi acara ini seperti band dan musikalisasi puisi,”terang Anggi.

         Pemutaran film Bronto Laras di LPM Pendapa ini merupakan pemutaran ke-7 dari 10 LPM yang ada di Yogyakarta. Film yang menjadi runner up film pendek yang diselenggarakan di Kompas Bandung ini berawal dari sebuah cerpen jathilan, kemudian divisualisasikan melalui film pendek yang digagas oleh Mas Fathoni dan kawan-kawan. Mbah Mangun menuturkan pemutaran film ini untuk menyerukan budaya di kampus, selain itu untuk mempertahankan kearifan budaya lokal. “Bangsa yang kuat adalah bangsa yang memegang teguh budayanya,” seru Mbah Mangun.

         Mbah Mangun juga berpesan jangan sampai budaya kita hilang, supaya tidak hilang kita harus mencintai budaya, jika sudah cinta, kita jaga, kita salurkan, kita kenalkan, dan kita kembangkan budaya kita supaya dapat terjaga dengan baik. Melalui kegiatan ini Anggi juga ingin mengajak kawan-kawan LPM maupun masyarakat untuk juga ikut peduli terhadap korban bencana alam yang terjadi di Indonesia.[Nanang]