Organisasi Mahasiswa Fakultas Teknik (Ormawa FT) tengah bersiap-siap menyelenggarakan lokakarya, sebuah pertemuan yang akan membahas mengenai berbagai aturan dalam menjalankan organisasi satu tahun ke depan pada Sabtu-Minggu (27-28/2) di Ruang Teater FT UNY. Nurus Sarofa selaku ketua panitia menjelaskan bahwa agenda utama yang akan dibahas yaitu terkait peraturan fakultas (perfak), GBHK serta pola kaderisasi (polkad) ormawa FT. “Agenda utamanya pembahasan perfak satu sampai lima, GBHK, dan polkad. Karena ada bahasan tentang GBHK dan polkad maka sekarang namanya SU dan lokakarya,” ujarnya.

Nurus Sarofa juga mengungkapkan bahwa akan adanya kebijakan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) yang nantinya ditawarkan kepada forum, yakni mengenai pendelegasian anggota ormawa untuk menjadi pengurus DPM. “Nanti akan ditawarkan mengenai kewajiban semua ormawa untuk mengirimkan delegasi (sebagai pengurus DPM), jika tidak, akan diberikan sanksi berupa pemotongan dana,” ujarnya.

Meskipun di tingkat Republik Mahasiswa (REMA) belum mengadakan pembahasan mengenai aturan-aturan yang akan digunakan setahun ke depan, namun DPM FT sebagai pelaksana acara lokakarya ormawa FT tetap akan melaksanakan agenda rutin awal tahun itu. Saat ditanya, Nurus Sarofa meyakinkan bahwa tidak akan ada perubahan besar dalam aturan di tingkat Rema. “Acuan kami hasil lokakarya tahun kemarin, Rohmat Munasikin (Ketua DPM FT) sudah mengikuti forum ketua di tingkat universitas, dan kami yakin tidak akan ada perubahan yang drastis,” ujar Nurus meyakinkan. [Widi]